Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Monday, October 2, 2023

"Kesaktian Pancasila: Cahaya Pendidikan yang Terang Benderang"

doc.

 
Dalam dunia ilmu yang terang benderang,
Kesaktian Pancasila menjelma dalam pendidikan.
Bhineka Tunggal Ika, pesan luhur dan agung,
Dalam hati siswa, Pancasila tumbuh subur menjunjung.
 
Tuhan yang Maha Esa memberikan petunjuk
Ilmu pengetahuan menjalani perjalanan yang tulus.
Mengajarkan kebijaksanaan, iman dan takwa,
Pendidikan memberi cahaya dalam setiap langkahnya.
 
Dalam hamparan keadilan,
Di sekolah, toleransi dan empati ditebar.
Mengajar untuk menghormati, tanpa memandang warna kulit,
Pendidikan membentuk jiwa yang bijak dan tulus ikhlas.
 
Persatuan Indonesia yang kuat dan teguh,
Di bangku sekolah, persaudaraan tumbuh subur.
Pelajaran sejarah mengajar tentang perjuangan bersama,
Pendidikan merajut persatuan, di dalamnya terkandung rasa bangga.
 
Kerakyatan serta kebijaksanaan,
Demokrasi di ruang kelas diajarkan dengan tulus.
Anak-anak menjadi warga negara yang cerdas,
Pendidikan menggali potensi untuk masa depan yang jelas.
 
Berkeadilan menyeluruh,
Sekolah adalah landasan kesetaraan yang indah.
Pendidikan adalah kunci untuk meratakan kehidupan,
Agar semua anak bangsa dapat meraih cita-cita bersama.
 
Kesaktian Pancasila diiringi langkah pendidikan,
Menyinari jalan menuju masa depan yang cerah.
Siswa adalah harapan, pendidikan adalah kuncinya,
Untuk Purwakarta yang adil, sejahtera, dan sejahtera abadi.
 
02/10/2023
Sekolah Ekologi Kahuripan Padajaran Purwakarta
 
Baca Juga : Jurnal Mudarris


Tuesday, August 15, 2023

Puisi : MERDEKA DARI BELENGGU KEBODOHAN

 



MERDEKA DARI BELENGGU KEBODOHAN

Di landasan waktu yang tak terhingga,
Kebodohan melingkupi dunia dengan keruh,
Namun dari dalam gelap, terbitlah sinar,
Terbebaslah kita, menuju masa depan yang cerah.

Belenggu kebodohan, rantai yang mengikat,
Membatasi langkah, menyulitkan jalan,
Namun tekad yang tumbuh tak bisa terbantahkan,
Membuka pintu merdeka, menuju cahaya yang berkilauan.

Dengan buku dan pena sebagai senjata,
Menghancurkan dinding-dinding kejahilan,
Melangkah maju dengan tekad yang kuat,
Mengukir cerita baru, meraih pencerahan.

Tiap halaman yang dibuka, dunia semakin terbuka,
Pengetahuan mengalir bagai sungai yang mengalir deras,
Terbebas dari belenggu, kita melangkah pasti,
Menuju kebijaksanaan yang tak tergantikan.

Jangan biarkan pikiran terperangkap dalam gelap,
Gelorakan obor pengetahuan yang terang benderang,
Bersama-sama kita menghadapi tantangan dunia,
Terbebas dari belenggu kebodohan, meraih masa depan yang gemilang.


15/08/2023
08:29
Sekolah Ekologi


Baca Juga : Jurnal MUDARRIS

Friday, August 11, 2023

Pedoman, pola & petunjuk



AL-QURAN


Al-Quran, pembimbingku yang agung, 
Di dalam lembar-lembarmu terdapat petunjuk yang jelas, 
Cahaya kebenaran yang menerangi jalan gelap, 
Pedoman hidup bagi jiwa yang bingung.


Kata-katamu merentangkan sayap ke langit, 
Mengajarkan cinta, kasih, dan kebijaksanaan, 
Dalam ayat-ayatmu terukir hikmah abadi, 
Bagai oase di tengah padang pasir kehidupan.

Dalam deru dunia yang sering membingungkan, 
Engkau hadir sebagai pelita yang tak pernah pudar, 
Mengajarkan kesabaran di tengah cobaan, 
Memberi harapan saat hati terasa hancur.

Dalam setiap lafaz, ada kedalaman makna, 
Mengajak insan untuk merenung dan bertafakkur, 
Membimbing langkah menuju ridha Ilahi, 
Menuai kedamaian di dunia dan akhirat yang abadi.

Oh, Al-Quran, kitab suci nan agung, 
Engkau tetap relevan sepanjang zaman, 
Panduan hidup yang takkan pernah kuganti, 
Pembimbingku dalam setiap langkah dan mimpi.


SMPN 10 PURWAKARTA 
halaman sekolah 11-8-23
*Eep / GPAI 

Baca juga : Jurnal Mudarris 

Sunday, August 6, 2023

Lirih Mengalir Menjadi Berkah / PUISI

 

Lirih Mengalir Menjadi Berkah
Karya: Ida Kholidah
GPAI SMPN 1 BUNGURSARI


Demi sebuah idealisme
Satukan dedikasi untuk negri
Demi sebuah cita-cita
Satukan semangat bangun negri
Demi sebuah harga diri
Eratkan pegangan tangan kokohkan negri
Mengemban amanah untuk pertiwi

Terhampar keping-keping bongkahan tiada sentuhan
Termenung berdiri mematung wajah-wajah muram menanti ilham
Berkumpul merancang asa bersihkan niat suci
Satukan tekad wujudkan visi misi terpatri
Merangkak berdiri berpegangan raih mimpi
Hadapi tantangan datang silih berganti
Tak mudah emban amanah di tengah badai menyelimuti

Tak terhitung seberapa banyak keringat tercucurkan
Seberapa materi terkuraskan
Seberapa tenaga terhempaskan
Seberapa amarah terlampiaskan
Seberapa waktu terluangkan
Seberapa jiwa tertautkan
Seberapa doa terpanjatkan menggema di langit

Satu demi satu asa menyapa
Hamparan keping bongkahan berubah indah
Seringai senyum mulai menghiasi negeri
Lirihnya pengorbanan berganti kenyamanan
Hanya bahagia penuhi rasa di dada
Namun saat sekumpulan angin menerpa
Luluh lantahkan semua keindahan sirna

Tak cukup pandangan menyesakkan dada
Hujatan pun mampir merobek jiwa
Sadar betapa besar harga perjuangan
Betapa tak ternilai pengorbanan para pejuang
Niat baik tak selalu menuai kebaikan
Rintangan pasti datang silih berganti
Takkan mampu hanguskan kobaran semangat membara

Inna lillaahi wa inna ilaihi roojiuun
Ya Allah yang Maha Pencipta
Sedih.... Perih.... Lirih....hanya rasa manusiawi
Kembali datang bak roda yang berputar
Namun mampukan diri tawakkal kepadaNYA
Semoga perjalanan emban amanah tercatat menjadi nilai ibadah
Perjuangan dimulai kembali dibekali pembelajaran diri.


Jatiluhur, di tengah deretan daun berwarna warni nan memukau
Sabtu, 05/08/2023: 05.30 WIB


baca juga : Jurnal Ilmiah PAI "MUDARRIS"

Saturday, July 1, 2023

Berdansa dalam cahaya /by.eep

rembulan


Di langit malam yang sunyi

Rembulan bersinar terang

Dengan sinarnya yang gemilang

Menerangi kegelapan jiwa


Cahayanya menyentuh hati

Menghanyutkan dalam perasaan

Seolah-olah mengajak berdansa

Di alam mimpi yang tak terbatas


Rembulan, sahabat dalam kesendirian

Menyaksikan setiap langkah sendiri

Menyelami kedalaman hati yang sunyi

Menyirami dengan sinar penuh harapan


Dalam kegelapan malam yang sepi

Rembulan menari di angkasa

Seakan mengatakan bahwa ada harapan

Meski semua tampak begitu gelap


Lihatlah, rembulan yang bersinar begitu indah

Seakan menyapa jiwa yang kering

Mengingatkan kita akan keindahan dunia

Yang terkadang terlupakan oleh kepedihan


Rembulan adalah saksi bisu

Kisah pilu yang terukir dalam hati

Mengiringi langkah dalam kesendirian

Menyentuh relung-relung kesedihan


Namun, jangan biarkan rembulan hanya menyaksikan

Ajaklah ia berdansa dalam cahaya

Mengubah kesedihan menjadi kebahagiaan

Dan menghidupkan kembali jiwa yang mati


Rembulan, penyejuk di malam yang panas

Penerang di saat yang gelap

Simbol keindahan dalam kesendirian

Mengajak kita merenung dan bersyukur


Ketika rembulan bersinar di langit

Biarkanlah ia menjadi pengingat

Bahwa keindahan ada di sekeliling kita

Asalkan kita mau melihat dan merasakannya


Rembulan, kau adalah puisi yang tercipta

Dalam keheningan malam yang sunyi

Menggugah jiwa dan menyentuh hati

Membawa harapan dan keindahan ke dunia


01/07/23

by.eep

Friday, June 30, 2023

SEPOTONG DAGING

 


Sepotong Daging /by.eep

Di padang pasir yang luas terbentang,
Berdiri tegak seekor hewan yang tangguh,
Idul Adha tiba, saat berbagi tulus,
Hati merenung, merasakan keagungan-Nya.

Dalam sunyi, terdengar doa yang syahdu,
Mata yang berlinang, mengalirkan air mata,
Kurban yang dihadirkan, lambang pengorbanan,
Dalam rasa syukur, kita terpaut harmoni.

Hewan yang lemah, dengan hati yang kuat,
Memberikan hidupnya, sebagai bentuk pengabdian,
Dagingnya disalurkan, bagi sesama yang membutuhkan,
Kemanusiaan berkobar, di tengah kebersamaan.

Idul Adha memanggil, untuk saling berbagi,
Memberi dan menerima, dalam keikhlasan hati,
Tak hanya daging, tapi juga cinta dan kasih,
Menyatukan jiwa, meleburkan perbedaan.

Dalam setiap potongan daging yang lezat,
Terpancar rasa syukur yang tak tergantikan,
Ketulusan hati, dalam setiap santapan,
Menyatu dengan jiwa, mengalirkan kebahagiaan.

Idul Adha, panggilan untuk berbagi,
Menghapus batas-batas, merajut kebersamaan,
Dalam setiap nafas, terasa kehadiran-Nya,
Mengiringi langkah, dalam hidup yang berarti.

- Hati yang tulus, berdansa dalam keheningan.
- Kurban yang suci, menyatukan kita semua.
- Keikhlasan hati, tercipta dalam setiap potongan daging.
- Idul Adha, membara dalam jiwa yang merindu.
- Dalam berbagi, terjalin kebahagiaan yang abadi.