![]() |
| local poto 2026 by. doc |
PENA GPAI | REPORTASE BERITA ONLINE
TAGLINE
Dari Bimtek Menuju Aksi, Membumikan Al-Qur’an, Mencerahkan Generasi.
TBQ-Ku Istimewa Tuntas Digelar, Kemenag Purwakarta Ajak GPAI Jadi Guru yang Dirindukan
TEASER
Penutupan rangkaian Bimbingan Teknis (Bimtek) TBQ-Ku Istimewa Zona 1, Zona 2, dan Zona 3 menjadi momentum penting bagi Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) untuk melangkah dari ruang pelatihan menuju aksi nyata. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta menegaskan pentingnya meluruskan niat, mengamalkan ilmu, berinovasi, dan berkolaborasi demi membumikan Al-Qur’an serta mencerahkan generasi penerus bangsa.
PURWAKARTA, PENA GPAI — Rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) TBQ-Ku Istimewa resmi ditutup di Tajug Gede, Purwakarta, pada 29 Oktober 2026. Penutupan ini menandai berakhirnya rangkaian pelatihan di Zona 1, Zona 2, dan Zona 3, sekaligus menjadi titik awal bagi para peserta untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan sekolah.
Kegiatan yang diselenggarakan sebagai bagian dari upaya membumikan Al-Qur’an tersebut menjadi ruang penguatan kompetensi, penyamaan persepsi, dan peneguhan komitmen GPAI dalam menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an yang lebih bermakna bagi peserta didik.
GPAI Adalah Manusia Pilihan, Amanahnya Lebih dari Sekadar Profesi
Dalam sambutan penutupan, Dr. H. Ohan Burhan, S.Pd.I., M.Pd., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan Bimtek TBQ-Ku Istimewa dari awal hingga akhir.
Beliau mengingatkan bahwa kesempatan mengikuti pelatihan merupakan amanah yang patut disyukuri.
“Bapak dan Ibu merupakan manusia pilihan yang bisa hadir mengikuti Bimtek ini dalam rangka membumikan Al-Qur’an,” demikian pesan yang disampaikannya kepada para peserta.
Atas nama Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta, beliau menyampaikan terima kasih atas ketulusan, dedikasi, dan kolaborasi seluruh pihak sehingga rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
Lebih dari sekadar seremoni penutupan, sambutan tersebut menjadi pengingat bahwa tugas GPAI bukan hanya menyampaikan materi pembelajaran, melainkan juga menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an melalui keteladanan dan praktik kehidupan sehari-hari.
Lima Pesan Penting untuk Para Guru Pendidikan Agama Islam
Dalam arahannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta menegaskan lima pesan penting yang patut menjadi pegangan para peserta setelah mengikuti pelatihan.
Pertama, luruskan niat menjadi GPAI. Menjadi guru Pendidikan Agama Islam tidak semata-mata berorientasi pada aspek finansial, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian untuk membimbing, mendidik, dan membangun karakter generasi muda.
Kedua, Bimtek bukanlah akhir dari proses. Pelatihan justru menjadi awal perjalanan untuk mengamalkan ilmu. Pengetahuan yang diperoleh harus diterjemahkan menjadi praktik pembelajaran yang nyata, konsisten, dan berkelanjutan.
Ketiga, GPAI merupakan ujung tombak dalam mencerdaskan peserta didik di sekolah. Peran guru agama sangat strategis dalam menumbuhkan kemampuan membaca Al-Qur’an, membangun akhlak mulia, serta memperkuat keimanan dan ketakwaan.
Keempat, jadilah guru yang dirindukan. Guru tidak cukup hanya hadir untuk mengajar, tetapi juga harus mampu menghadirkan keteladanan, ketulusan, suasana belajar yang menyenangkan, dan hubungan yang positif dengan peserta didik.
Kelima, terus bangun kolaborasi. Upaya membumikan Al-Qur’an membutuhkan kebersamaan, saling mendukung, berbagi pengalaman, dan bekerja sama untuk menghasilkan dampak yang lebih luas.
Pesan-pesan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan Bimtek tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari perubahan nyata dalam praktik pembelajaran dan kehidupan peserta didik.
TBQ-Ku Istimewa: Belajar Mengajar untuk Terus Bertumbuh
Pada kesempatan yang sama, H. Dudi Taufikurohman, M.Pd., Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (Kasi PAI), menyampaikan penegasan mengenai orientasi utama pelatihan TBQ-Ku Istimewa.
Menurutnya, pelatihan ini merupakan pelatihan untuk mengajar atau learning to teach. Artinya, peserta tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi perlu mengembangkan kemampuan menyampaikan, membimbing, dan mendampingi peserta didik agar mampu mempelajari Al-Qur’an dengan baik.
Ia juga mendorong para peserta untuk terus berinovasi dan menjaga keberlanjutan program setelah pelatihan berakhir.
Semangat inovasi menjadi penting agar pembelajaran Al-Qur’an dapat menyesuaikan kebutuhan peserta didik, lebih menarik, dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Sementara itu, keberlanjutan menjadi kunci agar hasil pelatihan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi berkembang menjadi budaya pembelajaran di sekolah.
Dalam kesempatan tersebut, H. Dudi Taufikurohman, M.Pd., secara resmi menutup rangkaian Bimtek TBQ-Ku Istimewa Zona 1, Zona 2, dan Zona 3.
Penutupan Bukan Akhir, Melainkan Awal Pengabdian
Penutupan Bimtek TBQ-Ku Istimewa di Tajug Gede menyisakan pesan yang kuat bagi seluruh peserta: ilmu yang diperoleh harus menemukan jalannya menuju pengabdian.
Setiap guru memiliki ruang untuk menghadirkan perubahan, dimulai dari kelasnya sendiri. Dari kemampuan membaca Al-Qur’an yang semakin baik, tumbuhnya kecintaan terhadap kitab suci, hingga terbentuknya karakter peserta didik yang berakhlak mulia.
Tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa semangat selama pelatihan tetap hidup dalam praktik sehari-hari. Diperlukan komitmen, kreativitas, evaluasi, dan kolaborasi agar pembelajaran Al-Qur’an terus berkembang serta menjangkau lebih banyak peserta didik.
TBQ-Ku Istimewa telah menuntaskan rangkaian pelatihannya. Kini, saatnya para GPAI melanjutkan perjuangan: mengamalkan ilmu, membumikan Al-Qur’an, dan menjadi guru yang dirindukan.
PENA GPAI — Mengabarkan Dedikasi, Menguatkan Inspirasi, Membumikan Al-Qur’an.










