![]() |
| local photo 2026 by.doc |
POKJAWAS PAI KEMENAG PURWAKARTA GELAR BIMTEK TBQ-KU ISTIMEWA, TIGA SESI MENUJU GURU PAI BERKUALITAS
PURWAKARTA — Dari masjid, ikhtiar mencerdaskan generasi Qur’ani kembali digaungkan. Bukan sekadar pelatihan, bukan pula hanya agenda peningkatan kompetensi, tetapi sebuah langkah strategis untuk melahirkan pembelajaran baca Al-Qur’an yang lebih terstandar, efektif, dan komprehensif bagi generasi penerus bangsa.
Kelompok Kerja Pengawas Pendidikan Agama Islam (Pokjawas PAI) Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) TBQ-Ku Istimewa bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Kegiatan ini dirancang dalam tiga sesi pelatihan yang tersebar di sejumlah masjid dan pusat kegiatan keagamaan di Kabupaten Purwakarta, sepanjang Oktober 2026.
Sesi pertama berlangsung pada 14–15 Oktober 2026 di Masjid Agung Baing Yusuf Purwakarta, sekaligus menjadi momentum pembukaan resmi rangkaian kegiatan. Pembukaan ini menandai dimulainya ikhtiar bersama untuk memperkuat kapasitas guru PAI dalam pembelajaran baca Al-Qur’an yang bermutu.
Kehadiran sejumlah tokoh penting menambah bobot dan makna kegiatan tersebut. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah IV, serta Ketua BAZNAS Kabupaten Purwakarta turut menghadiri pembukaan, menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam memperkuat pendidikan dan pembinaan keagamaan.
Secara resmi, kegiatan dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta. Momentum ini menjadi penegasan bahwa peningkatan kompetensi guru PAI merupakan bagian penting dari upaya membangun kualitas pendidikan agama yang berdampak nyata bagi peserta didik.
Tiga Sesi, Satu Misi Besar
Rangkaian Bimtek TBQ-Ku Istimewa disusun dalam tiga sesi pelaksanaan. Setiap sesi menjadi bagian dari gerakan bersama untuk memperkuat kompetensi guru PAI dalam membimbing peserta didik membaca Al-Qur’an secara lebih baik.
- Sesi I | 14–15 Oktober 2026
Masjid Agung Baing Yusuf Purwakarta — sekaligus pembukaan kegiatan.
- Sesi II | 20–21 Oktober 2026
Masjid Endan Andansih.
- Sesi III | 28–29 Oktober 2026
Tajug Gede.
Pelaksanaan bertahap ini menjadi ruang penguatan kompetensi, penyamaan persepsi, serta pengembangan praktik pembelajaran baca Al-Qur’an yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Menguatkan Guru, Menyiapkan Generasi Qur’ani
Di balik setiap huruf Al-Qur’an yang dilafalkan dengan benar, ada proses pembelajaran, kesabaran seorang guru, dan ikhtiar panjang dalam membimbing peserta didik. Karena itu, standardisasi metode pembelajaran bukan sekadar persoalan teknis, melainkan bagian dari tanggung jawab pendidikan untuk memastikan setiap anak memperoleh bimbingan yang tepat.
Bimtek TBQ-Ku Istimewa diharapkan menjadi salah satu pengungkit peningkatan kualitas pembelajaran baca Al-Qur’an di sekolah. Guru PAI tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga mampu menerapkan metode yang efektif, terukur, dan sesuai kebutuhan peserta didik.
Gerakan ini sekaligus menegaskan bahwa membangun generasi Qur’ani membutuhkan sinergi. Pengawas, guru, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan unsur masyarakat perlu berjalan beriringan demi menghadirkan pendidikan agama yang semakin berkualitas.
Sebab, ketika guru diperkuat, pembelajaran ditingkatkan, dan metode distandardisasi, harapan untuk melahirkan generasi yang dekat dengan Al-Qur’an semakin nyata.
Bimtek TBQ-Ku Istimewa bukan sekadar kegiatan dua hari dalam setiap sesi. Ia adalah bagian dari ikhtiar panjang untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, memperkuat kompetensi pendidik, dan menyiapkan masa depan generasi Qur’ani dari Purwakarta.
TBQ-Ku Istimewa: Akselerasi Generasi Qur’ani melalui Standardisasi Metode Pembelajaran Baca Al-Qur’an yang Efektif dan Komprehensif.
Dari kompetensi guru, tumbuh kualitas pembelajaran. Dari pembelajaran yang bermutu, lahir generasi Qur’ani yang membanggakan.









