SOAL AQIDAH AKHLAQ | SEJARAH ISLAM | QURAN HADITS | FIQH
Baca Juga : Jurnal Mudarris MGMP PAI SMP Kabupaten Purwakarta
SOAL AQIDAH AKHLAQ | SEJARAH ISLAM | QURAN HADITS | FIQH
Baca Juga : Jurnal Mudarris MGMP PAI SMP Kabupaten Purwakarta
Purwakarta Juara Pentas PAI Provinsi Jabar
Kafilah MGMP PAI SMP Kabupaten Puwakarta tampil sebagai juara 2
Cabang MHQ Putra atas nama Fauzan Rahman Hidayat dari SMP Fulday Al-Muhajirin-1 dan Hilpan Zaini Dahlan Cabang Ceramah Putra dari SMPIT Al-Mukhtar, dalam lomba
Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat provinsi. Prestasi ini merupakan
bukti dedikasi dan kerja keras para siswa dan guru serta pengurus MGMP.
Lomba Pentas PAI
merupakan ajang tahunan yang bertujuan untuk menampilkan kreaifitas dan
keterampilan siswa dalam bidang pendidikan Islam. Ini mencakup berbagai kategori
seperti : MHQ, MTQ, Ceramah, Kaligrafi, Olimpiade dan LCC. Peserta dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat bersaing satu
sama lain untuk memenangkan gelar yang didambakan.
Kedua, para peserta juara
pertama pentas PAI Tingkat Kabupaten yang mewakili Purwakarta telah menunjukkan
bakat dan dedikasi yang luar biasa dalam menguasai setiap cabag lomba. Mereka,
mengasah kemampuan dan memperluas ilmu. Hal ini membuat mereka bisa berprestasi
dalam lomba Pentas PAI dan membawa kebanggaan bagi kabupatennya Purwakarta.
Selain itu, para guru
di Purwakarta telah memainkan peran penting dalam keberhasilan para siswa.
Mereka tidak hanya memberikan pengetahuan tetapi juga memupuk semangat siswa
untuk lebih percaya diri dalam mengikuti perlombaan. Para guru telah memberikan
bimbingan dan dukungan, membantu para siswa mempersiapkan diri untuk kompetisi
dan unggul dalam kategori masing-masing.
Selain upaya para
siswa dan guru, dukungan orang tua dan masyarakat juga sangat berperan dalam
kemenangan Purwakarta. Orang tua telah mendorong dan memotivasi anak-anak
mereka untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan dan ajang Pentas PAI. Minat
dan antusiasme para orang tua juga sangat besar dengan mengikuti lomba Pentas
PAI untuk menyemangati para peserta dari Purwakarta.
Kesuksesan Purwakarta
dalam Lomba Pentas PAI tidak hanya menjadi kebanggaan bagi siwa dan guru tetapi
juga menjadi inspirasi bagi warga masyarakat Purwakarta. Ini menyoroti
pentingnya mempromosikan pendidikan Islam dan memelihara bakat siswa sesuai
bidangnya.
Prestasi siswa dalam
lomba Pentas PAI mencerminkan kemajuan dan perkembangan pendidikan khususnya
pendidikan Islam diPurwakarta. Ini menampilkan potensi dan kemampuan siswa
dalam menguasai pengetahuan dan keterampilan Islam. Ini sangat penting di dunia
di mana pemahaman dan praktik Islam sering disalahpahami atau disalahartikan.
Untuk mempertahankan
dan melanjutkan keberhasilan tersebut, perlu melanjutkan upayanya dalam
memajukan pendidikan Islam. Ini termasuk menyediakan pelatihan dan dukungan
terus-menerus bagi sekolah para guru dan siswa, menyelenggarakan lebih banyak
kompetisi dan kegiatan Islami, dan membina lingkungan yang kondusif bagi siswa
untuk unggul dalam studi Islam.
Red. ep
![]() |
| rembulan |
Di langit malam yang sunyi
Rembulan bersinar terang
Dengan sinarnya yang gemilang
Menerangi kegelapan jiwa
Cahayanya menyentuh hati
Menghanyutkan dalam perasaan
Seolah-olah mengajak berdansa
Di alam mimpi yang tak terbatas
Rembulan, sahabat dalam kesendirian
Menyaksikan setiap langkah sendiri
Menyelami kedalaman hati yang sunyi
Menyirami dengan sinar penuh harapan
Dalam kegelapan malam yang sepi
Rembulan menari di angkasa
Seakan mengatakan bahwa ada harapan
Meski semua tampak begitu gelap
Lihatlah, rembulan yang bersinar begitu indah
Seakan menyapa jiwa yang kering
Mengingatkan kita akan keindahan dunia
Yang terkadang terlupakan oleh kepedihan
Rembulan adalah saksi bisu
Kisah pilu yang terukir dalam hati
Mengiringi langkah dalam kesendirian
Menyentuh relung-relung kesedihan
Namun, jangan biarkan rembulan hanya menyaksikan
Ajaklah ia berdansa dalam cahaya
Mengubah kesedihan menjadi kebahagiaan
Dan menghidupkan kembali jiwa yang mati
Rembulan, penyejuk di malam yang panas
Penerang di saat yang gelap
Simbol keindahan dalam kesendirian
Mengajak kita merenung dan bersyukur
Ketika rembulan bersinar di langit
Biarkanlah ia menjadi pengingat
Bahwa keindahan ada di sekeliling kita
Asalkan kita mau melihat dan merasakannya
Rembulan, kau adalah puisi yang tercipta
Dalam keheningan malam yang sunyi
Menggugah jiwa dan menyentuh hati
Membawa harapan dan keindahan ke dunia
01/07/23
by.eep
![]() |
| ayo semangat |
Hari ini saya ingin bercerita tentang program "Meayrdeka Mengajar". Kita tahu kan apa itu "Merdeka Mengajar"? Nah, sebenarnya itu program yang mengajarkan kita bagaimana cara menjadi guru yang merdeka. Tapi, jujur saja, saya agak bingung dengan konsep "Merdeka Mengajar" ini.
Saya berpikir, "Apakah guru-guru ini diajarkan bagaimana merdeka dari tugas mengajar?" Maksud saya, bayangkan jika seorang guru bilang, "Hari ini saya merasa tidak merdeka, jadi saya tidak akan mengajar." Anak-anak di kelas pasti akan bersorak, tapi orang tua mungkin tidak akan terlalu senang.
Atau mungkin "Merdeka Mengajar" berarti guru-guru boleh mengajar dengan pakaian apa pun yang mereka suka. Jadi, seorang guru bisa datang ke sekolah dengan kostum superhero dan mengajar matematika. Anak-anak pasti akan terkejut dan sulit berkonsentrasi. Tapi setidaknya guru-guru akan merasa merdeka dalam pilihan busana mereka.
Tapi kemudian saya berpikir, mungkin "Merdeka Mengajar" artinya guru-guru bisa memilih apa yang ingin mereka ajarkan. Jadi, seorang guru bisa datang ke kelas dan berkata, "Hari ini kita akan belajar cara membentuk gelembung sabun yang super besar!" Saya yakin anak-anak akan senang, tapi apakah mereka belajar sesuatu yang bermanfaat? Saya tidak yakin.
Lalu, saya menyadari bahwa "Merdeka Mengajar" sebenarnya adalah program yang mengajarkan para profesional dan pekerja lain bagaimana menjadi guru sambil tetap menjalankan pekerjaan utama mereka. Dan saya pikir itu sangat keren!
Bayangkan jika seorang petugas polisi menjadi guru. Dia bisa mengajar anak-anak bagaimana cara menyeberang jalan dengan aman, sambil mengenakan seragam polisi dan memakai topi yang keren. Anak-anak pasti akan terpesona dan belajar dengan antusias.
Atau bayangkan seorang koki restoran yang menjadi guru. Dia bisa mengajar anak-anak cara memasak hidangan lezat, sambil memberikan contoh langsung di kelas. Anak-anak pasti akan senang bisa mencicipi masakan yang diajarkan oleh seorang ahli.
Jadi, meskipun awalnya saya bingung dengan konsep "Merdeka Mengajar", sekarang saya melihat betapa pentingnya program ini. Mengajar adalah tugas yang mulia.. semoga _/\_.
by.eep
Sepotong Daging /by.eep
Di padang pasir yang luas terbentang,
Berdiri tegak seekor hewan yang tangguh,
Idul Adha tiba, saat berbagi tulus,
Hati merenung, merasakan keagungan-Nya.
Dalam sunyi, terdengar doa yang syahdu,
Mata yang berlinang, mengalirkan air mata,
Kurban yang dihadirkan, lambang pengorbanan,
Dalam rasa syukur, kita terpaut harmoni.
Hewan yang lemah, dengan hati yang kuat,
Memberikan hidupnya, sebagai bentuk pengabdian,
Dagingnya disalurkan, bagi sesama yang membutuhkan,
Kemanusiaan berkobar, di tengah kebersamaan.
Idul Adha memanggil, untuk saling berbagi,
Memberi dan menerima, dalam keikhlasan hati,
Tak hanya daging, tapi juga cinta dan kasih,
Menyatukan jiwa, meleburkan perbedaan.
Dalam setiap potongan daging yang lezat,
Terpancar rasa syukur yang tak tergantikan,
Ketulusan hati, dalam setiap santapan,
Menyatu dengan jiwa, mengalirkan kebahagiaan.
Idul Adha, panggilan untuk berbagi,
Menghapus batas-batas, merajut kebersamaan,
Dalam setiap nafas, terasa kehadiran-Nya,
Mengiringi langkah, dalam hidup yang berarti.
- Hati yang tulus, berdansa dalam keheningan.
- Kurban yang suci, menyatukan kita semua.
- Keikhlasan hati, tercipta dalam setiap potongan daging.
- Idul Adha, membara dalam jiwa yang merindu.
- Dalam berbagi, terjalin kebahagiaan yang abadi.
Filsafat Pengorbanan:
Perjalanan Tanpa Pamrih dan Pengabdian / by. eep
Pengorbanan, dalam berbagai
bentuknya, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari peradaban manusia sejak
dahulu kala. Salah satu aspek kurban yang memikat pikiran manusia selama
berabad-abad adalah konsep "qurban" atau kurban dalam budaya Islam.
Qurban memegang tempat yang signifikan di hati umat Islam di seluruh dunia karena
merupakan tindakan yang mendalam dari tidak mementingkan diri sendiri dan
pengabdian kepada Allah.
Oleh karena itu, Qurban
bukan hanya penyembelihan hewan secara fisik; itu mewujudkan makna dan tujuan
yang lebih dalam. Itu mewakili kesediaan seorang mukmin untuk menyerahkan
sesuatu yang berharga, baik itu kekayaan, waktu, atau keinginan pribadi, demi
Allah. Hewan yang dipilih untuk qurban seringkali berupa domba, kambing, sapi,
atau unta, dan harus memenuhi kriteria kesehatan dan umur tertentu. Daging dari
hewan kurban kemudian dibagi menjadi tiga bagian yang sama: satu untuk individu
yang mempersembahkan kurban, satu untuk keluarga dan teman, dan satu untuk
anggota masyarakat yang kurang mampu.
Tindakan berbagi dan
menafkahi sesama ini merupakan inti dari filosofi qurban. Ini berfungsi sebagai
pengingat akan pentingnya empati, kasih sayang, dan kemurahan hati terhadap
mereka yang membutuhkan. Dengan mengambil bagian dalam tindakan qurban, umat
Islam didorong untuk merenungkan berkah yang diberikan kepada mereka dan secara
aktif mencari cara untuk meringankan penderitaan dan kesulitan orang lain. Ini
adalah simbol persatuan dan solidaritas, karena orang-orang dari semua lapisan
masyarakat berkumpul untuk mengambil bagian dalam ibadah ini.
Selain itu, qurban berfungsi
sebagai perjalanan spiritual bagi individu yang mempersembahkan qurban. Ini
adalah kesempatan untuk refleksi diri, disiplin diri, dan penguatan hubungan
seseorang dengan Allah. Tindakan mengorbankan hewan membutuhkan kesabaran,
keberanian, dan tujuan yang mendalam. Itu adalah ujian iman seseorang dan
pengingat akan pengorbanan yang dilakukan oleh mereka yang datang sebelum kita.
Dalam arti yang lebih luas, filosofi qurban melampaui ranah agama. Itu mengajarkan kita nilai pengorbanan dalam kehidupan kita sehari-hari, terlepas dari kepercayaan agama kita. Pengorbanan, dalam bentuk apapun, menuntut kita untuk merelakan sesuatu demi kebaikan yang lebih besar. Itu mungkin melibatkan mengorbankan waktu kita untuk membantu orang lain, meninggalkan kemewahan pribadi untuk mendukung tujuan, atau bahkan membuat keputusan sulit untuk kepentingan orang yang kita kasihi. Filosofi qurban mengajak kita untuk merenungkan hakikat qurban dan kekuatan transformatifnya.
HUKUM QURBAN
Qurban, atau pengorbanan
hewan, adalah praktik keagamaan penting dalam Islam yang memiliki nilai budaya
dan spiritual yang signifikan bagi umat Islam di seluruh dunia. Tindakan
menyembelih hewan kurban di bulan Dzulhijjah Islam dianggap sebagai bentuk ibadah
dan ketaatan kepada Allah. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai aspek
hukum dan prinsip-prinsip agama seputar Qurban.
Dasar Qurban dalam Islam
Qurban menemukan dasarnya
dalam ajaran Islam, terutama berasal dari kisah Nabi Ibrahim (Abraham) dan
kesediaannya untuk mengorbankan putranya, Ismail (Ishmael), sebagai ujian
keimanannya. Namun, Allah mengintervensi dan menyediakan seekor domba jantan
sebagai pengganti Ismail. Acara ini melambangkan ketundukan tertinggi pada
kehendak Allah dan berfungsi sebagai pengingat iman Nabi Ibrahim yang tak
tergoyahkan.
Kewajiban Hukum
Qurban tidak wajib (wajib)
dalam Islam, melainkan tindakan yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah). Ini
adalah tindakan ibadah sukarela yang dilakukan umat Islam untuk mencari kedekatan
dengan Allah dan untuk meniru kesalehan Nabi Ibrahim. Namun, bagi mereka yang
mampu secara finansial, sangat dianjurkan untuk berqurban. Sebagaimana firman
Allah dalam surat Al-Kautsar :
إِنَّآ
أَعْطَيْنَٰكَ ٱلْكَوْثَرَ
Artinya: 1. Sesungguhnya
Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.
فَصَلِّ
لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ
2. Maka dirikanlah shalat
karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.
إِنَّ
شَانِئَكَ هُوَ ٱلْأَبْتَرُ
3. Sesungguhnya orang-orang
yang membenci kamu dialah yang terputus.
Namun menurut Jumhur Ulama
Syafi'iyyah, bagi yang mampu dan memenuhi syarat, hukum kurban adalah sunnah
mu'akkad. Di mata Islam, orang yang bisa tetapi tidak melakukan kurban
tergolong keji bahkan dibenci oleh Al-Surah.Artinya: “Rasulullah Saw. bersabda:
“Barang siapa yang memiliki kemampuan, tetapi tidak berkurban, maka janganlah
dia mendekati tempat shalat kami” (HR. Ahmad).
Syarat Qurban
Ada syarat-syarat tertentu
yang harus dipenuhi agar Qurban menjadi sah:
1.
Niat: Orang yang
menawarkan Qurban harus memiliki niat mencari keridhaan Allah dan memenuhi
kewajiban agama.
2.
Hewan: Hewan yang
akan dikurbankan harus dalam umur tertentu dan dalam keadaan sehat. Islam
mengizinkan kurban sapi, domba, kambing, dan unta.
3.
Kepemilikan: Orang
yang menawarkan Qurban harus menjadi pemilik hewan. Tidak diperbolehkan untuk
mengorbankan hewan yang bukan milik Anda.
4.
Waktu: Qurban hanya
dapat dilakukan pada hari-hari yang telah ditentukan pada Idul Adha, yaitu
tanggal 10, 11, dan 12 Dzulhijjah.
Pembagian Daging Qurban
Daging dari hewan kurban
dibagi menjadi tiga bagian:
-
Sepertiga diberikan
kepada orang miskin dan membutuhkan: Ini dianggap sebagai tindakan amal dan
sarana untuk berbagi berkah Qurban dengan mereka yang kurang beruntung.
-
Sepertiga diberikan
kepada kerabat dan teman: Ini mempromosikan kohesi sosial dan memperkuat ikatan
kekerabatan dan komunitas.
-
Sepertiga disimpan
untuk konsumsi pribadi: Orang yang menawarkan Qurban dan keluarganya dapat
mengkonsumsi sebagian dari dagingnya.
a. Niat-Doa Menyembelih Hewan Kurban Diri Sendiri
اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ
Allahumma hadzihi minka wa ilaika, fataqabbal minni ya karim.
Artinya: "Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertakarub (mendekatkan diri) kepada-Mu. Karenanya Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah takarubku."
b. Doa Menyembelih Hewan Kurban Orang Lain
(....) بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ اللَّهُمَّ مِنْكَ وَ إِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنْ
Bismillah wallahu akbar. Allahumma minka wa ilaika, fataqabbal min ... (ucapkan nama pemilik hewan kurban).
Artinya: "Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar, Ya Allah, kurban ini dari-Mu dan untuk-Mu, terimalah kurban (nama pemilik hewan kurban)."
c. Doa Menyembelih Hewan Kurban untuk 7 Orang
اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِن... يَا كَرِيْمُ
Allahumma hadzihi minka wa ilaika, fataqabbal min (ucapkan nama ketujuh pemilik hewan kurban) ya karim.
Artinya: "Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini kami bertakarub (mendekatkan diri) kepada-Mu. Karenanya Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah takarub kami."
Hikmah Berkurban
Berkurban adalah salah satu
ibadah yang dilakukan oleh umat Islam pada hari raya Idul Adha. Ibadah ini
tidak sekedar memberikan daging kepada yang membutuhkan, namun juga mengandung
banyak hikmah dan makna yang mendalam. Dalam artikel ini, kita akan membahas
beberapa hikmah berkurban yang bisa diambil sebagai pelajaran dalam kehidupan
sehari-hari.
1. Mengorbankan Sesuatu yang
Berharga
Salah satu hikmah dari
berkurban adalah kemampuan kita untuk mengorbankan sesuatu yang berharga bagi
kita. Dalam berkurban, kita harus mampu melepaskan hewan kurban yang mungkin
sudah menjadi bagian dari keluarga atau memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Hal
ini melarang kita untuk tidak terlalu terikat pada materi dan mampu melepaskan
sesuatu yang kita cintai demi kebaikan orang lain.
2. Keikhlasan dan Ketulusan
Hati
Berkurban juga melarang kita
tentang keikhlasan dan ketulusan hati. Ketika kita berkurban, tidak ada niatan
untuk mencari pujian atau ketidakseimbangan dari orang lain. Ibadah ini harus
dilakukan sematamata karena Allah SWT. Hal ini melarang kita untuk bertindak
dengan tulus dan ikhlas dalam segala hal yang kita lakukan, tanpa mengharapkan
balasan atau pengakuan dari orang lain.
3. Kepedulian terhadap
Sesama
Salah satu tujuan dari
berkurban adalah untuk berbagi dengan sesama yang membutuhkan. Daging kurban
yang didistribusikan kepada fakir miskin dan orang yang kurang mampu memberikan
manfaat yang besar bagi mereka. Hikmah ini melarang kita tentang pentingnya
memiliki rasa empati dan peduli terhadap kondisi sesama. Dalam kehidupan
sehari-hari, kita juga bisa mengambil hikmah ini dengan berbagi dengan
orang-orang yang membutuhkan, baik itu dalam bentuk materi maupun waktu dan
perhatian.
4. Menjaga Keseimbangan
Dalam Hidup
Dalam berkurban, kita harus
memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan pribadi dan kebutuhan orang lain.
Hewan kurban yang dipilih harus yang sehat dan memiliki kualitas yang baik.
Namun, kita juga harus memastikan bahwa kita tidak berlebihan dalam memilih
hewan kurban yang sangat mahal atau mewah. Hikmah ini melarang kita untuk
menjaga keseimbangan dalam hidup, tidak terlalu berlebihan dalam mengambil atau
memberikan.
Allahua'lam.
Baca Juga : Jurnas MudarrisMGMP PAI SMP Kab. Puurwakarta