Sunday, November 12, 2023

Sertifikat Wisuda Tahfidz Angkatan ke 1 Tahun 2023


اللَّهُمَّ ارْحَمْنَا بِالقُرْءَانِ

وَاجْعَلْهُ لَنَا إِمَامًا وَنُورًا وَهُدًا وَرَحْمَةً

اللَّهُمَّ ذَكِّرْنَا مِنْهُ مَا نَسِينَا

وَعَلِّمْنَا مِنْهُ مَا جَهِلْنَا

وَارْزُقْنَا تِلَاوَتَهُ ءَانَآءَ الَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهَارِ

وَاجْعَلْهُ لَنَا حُجَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

Artinya:

"Ya Allah, rahmatilah kami dengan Al Quran.

Jadikan ia imam, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagi kami.

Ya Allah, ingatkan kami tentang apa yang kami lupa

dan ajarkan kepada kami apa yang kami jahil.

Kurniakan kami untuk dapat membacanya sepanjang malam dan sepanjang siang.

Jadikan ia perisai kami, wahai Tuhan semesta alam."


NAMA WISUDAWAN DAN WISUDAWATI 

1 s/d 50_ABDUL MALIK IBRAHIM s/d ALVIN LUTHFI EL ISLAMIE

51 s/d 100_ALVINA PUTERI RADHIYYA s/d AZKA ZAKI MIRZA RAHMAN

101 s/d 150_AZRA KEEYA PUTRI YUAN s/d ERLIN FEBRIANI

151 s/d 200_FADHIL ABDUL HAMIID s/d IHDAN HIDAYAT

201 s/d 250_INAYATUL MAULIDA s/d M.FAIRUZ NOVADILA

251 s/d 300_M.KHALID SETIADI s/d MUHAMMAD NUH ZAINAL MUTAQIN

301 s/d 350_MUHAMMAD RAIHAN FIRDAUS s/d NEHA RODIAH

351 s/d 400_NEISYA MEILANI PUTRI s/d RAZITA AISYAH PUTRINARIANG

401 s/d 450_RAZQA AATMADEVA SENJAYA s/d SRI RAHAYU

451 s/d 490_SULTAN HANIF RASYID s/d ZULFA NUR SABRINA ZAIN



 Baca Juga : Jurnal Mudarris



Friday, November 10, 2023

"Konsep Pahlawan dalam Islam: Teladan Keadilan, Keberanian, dan Kasih Sayang"

 

poto.ilustrasi

Pahlawan dalam Sudut Pandang Agama Islam

Purwakarta_PENAGPAI. [10/11/2023] Islam adalah agama yang memiliki ajaran-ajaran moral dan etika yang kuat, yang mendorong para penganutnya untuk berperilaku baik, berjuang untuk keadilan, dan membela hak asasi manusia. Dalam sudut pandang Islam, konsep pahlawan memiliki makna yang mendalam, dan pahlawan bisa datang dari berbagai latar belakang dan profesi. Artikel ini akan menjelaskan pandangan Islam tentang pahlawan dan peran mereka dalam masyarakat.

1. Keberanian dan Keadilan: Dalam Islam, pahlawan sering kali dihubungkan dengan keberanian dan keadilan. Para pahlawan Islam yang terkenal seperti Salahuddin Al-Ayubi adalah contoh nyata dari pahlawan yang berjuang dengan gigih untuk mempertahankan agama dan membela keadilan. Mereka adalah teladan bagi penganut Islam dalam hal keberanian dan keadilan.

2. Pahlawan dalam Kehidupan Sehari-hari: Pahlawan dalam Islam tidak selalu harus menjadi pejuang atau tentara. Mereka juga bisa menjadi orang-orang biasa yang berkontribusi positif dalam masyarakat. Orang yang berjuang untuk memberikan bantuan kepada yang membutuhkan, yang memperjuangkan hak asasi manusia, atau yang berusaha untuk memerangi ketidakadilan adalah contoh pahlawan sehari-hari dalam Islam.

3. Peran Wanita dalam Islam: Islam sangat menghargai peran wanita dalam masyarakat, dan para wanita juga dapat menjadi pahlawan dalam berbagai bidang. Misalnya, Khadijah, istri pertama Nabi Muhammad SAW, adalah pahlawan dalam sejarah Islam karena kontribusinya dalam menyebarkan agama dan mendukung Nabi dalam perjuangannya.

4. Kewajiban Sosial dan Kemanusiaan: Islam mendorong umatnya untuk peduli terhadap sesama manusia dan membantu yang membutuhkan. Pahlawan dalam Islam adalah mereka yang mengamalkan ajaran sosial dan kemanusiaan ini, seperti memberikan bantuan kepada yatim piatu, fakir miskin, dan orang-orang yang terkena musibah.

5. Perdamaian dan Toleransi: Meskipun ada pandangan bahwa pahlawan sering kali berjuang dalam pertempuran, Islam juga mendorong perdamaian dan toleransi. Pahlawan dalam Islam dapat menjadi mediator atau pejuang perdamaian yang berusaha untuk menyelesaikan konflik dan mempromosikan harmoni antara berbagai kelompok masyarakat.

Dalam Islam, pahlawan bukan hanya sekadar pejuang, tetapi juga individu yang mengikuti ajaran-ajaran moral dan etika agama untuk memperjuangkan keadilan, membantu sesama manusia, dan berkontribusi positif dalam masyarakat. Dalam konteks agama Islam, pahlawan adalah teladan yang membawa pesan perdamaian, keadilan, dan kasih sayang kepada dunia. Mereka adalah sumber inspirasi bagi semua umat Muslim dalam upaya untuk menjadi pahlawan dalam kehidupan sehari-hari mereka dan berkontribusi positif dalam masyarakat. (Alfakir. Eep)

Baca Juga : Jurnal Mudarris


Saturday, November 4, 2023

Peringatan Maulid Nabi di Mushola Al-Barokah: Pesan Kebaikan dan Kesehatan


Purwakarta_PENAGPAI - (3/11/2023) Maulid Nabi, peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW, adalah sebuah momen penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Di Mushola Al-Barokah, peringatan Maulid Nabi tahun ini dirayakan dengan penuh khidmat dan semangat.

Penceramah pada acara tersebut adalah KH. Abdul Mukti Permana, S.Ag, yang juga merupakan seorang Da'i Kamtibmas di Polres Karawang. Dalam ceramahnya, KH. Abdul Mukti menyampaikan pesan-pesan penting yang relevan dengan peringatan Maulid Nabi. Beliau menekankan beberapa hal yang patut diperhatikan oleh umat Islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Salah satu pesan yang disampaikan oleh beliau adalah pentingnya menjaga tubuh dengan makanan sehat. Beliau mengingatkan jamaah yang hadir tentang kewajiban menjaga kesehatan tubuh sebagai salah satu bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Makanan sehat adalah investasi dalam kesehatan jangka panjang, yang akan memungkinkan umat Islam untuk lebih produktif dalam beribadah dan menjalani kehidupan sehari-hari.

Selain itu, beliau juga menyoroti aspek spiritualitas. Beliau mendorong jamaah untuk berurusan dengan spiritualitas melalui ibadah yang konsisten dan studi yang mendalam tentang ajaran Islam. Menurut beliau, hanya dengan menjalani ibadah yang sungguh-sungguh dan mendalami ajaran agama, umat Islam dapat mencapai ketenangan batin dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Selanjutnya, KH. Abdul  Mukti mengingatkan jamaah untuk melaksanakan amal dengan ilmu dan keikhlasan. Beliau menekankan bahwa amal perlu dilakukan dengan pemahaman yang baik tentang ajaran agama dan dengan niat yang tulus. Amal yang dilakukan dengan ilmu dan keikhlasan akan mendatangkan berkah dan pahala yang berlipat ganda. (Red.eep)


Baca Juga : Jurnal Mudarris 

Sunday, October 29, 2023

Pembelajaran Berdiferensiasi: Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid dan Kaitannya dengan Program Pendidikan Guru Penggerak

 

Eep Saepul Hayat, M.Pd
(Pendidikan Guru Penggerak)

Pembelajaran Berdiferensiasi: Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid

Purwakarta.PENAGPAI. (29/10/2023) Pembelajaran berdiferensiasi adalah pendekatan pendidikan yang dirancang untuk mengakomodasi perbedaan individual di antara murid dalam kelas. Ini mengakui kenyataan bahwa setiap murid memiliki gaya belajar, tingkat keterampilan, dan kebutuhan yang berbeda. Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif di mana setiap murid dapat mencapai hasil belajar yang optimal.

Bagaimana Pembelajaran Berdiferensiasi Dilakukan di Kelas

1.       Identifikasi Kebutuhan Murid: Guru harus memahami kebutuhan belajar individu setiap murid. Ini melibatkan pengamatan, evaluasi, dan komunikasi dengan murid untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman, minat, dan gaya belajar mereka.

2.       Penyusunan Materi: Guru harus merancang materi pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan murid. Ini mungkin termasuk penggunaan sumber daya tambahan, pilihan tugas, atau materi yang relevan dengan minat murid.

3.       Penyampaian Pembelajaran: Guru dapat mengajar dengan berbagai cara, seperti kuliah, diskusi kelompok, kerja proyek, atau penggunaan teknologi. Dalam pembelajaran berdiferensiasi, guru berfokus pada memastikan bahwa setiap murid dapat mengakses materi dan berpartisipasi sesuai dengan kemampuan dan gaya belajar mereka.

4.       Evaluasi yang Berbeda: Guru juga harus menggunakan beragam metode evaluasi yang memungkinkan murid untuk menunjukkan pemahaman mereka dengan cara yang sesuai dengan gaya belajar mereka. Ini bisa mencakup ujian tertulis, proyek seni, presentasi lisan, atau tugas praktis.

Bagaimana Pembelajaran Berdiferensiasi Membantu Murid

Pembelajaran berdiferensiasi memiliki beberapa manfaat kunci:

1.       Mengakomodasi Perbedaan: Ini memungkinkan murid dengan berbagai tingkat keterampilan, latar belakang, dan kebutuhan belajar untuk merasa diakomodasi, menghindari perasaan tertinggal, dan merasa termotivasi untuk belajar.

2.       Mendorong Keterlibatan: Dengan memungkinkan murid untuk memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan mereka, mereka lebih cenderung aktif dan terlibat dalam pembelajaran mereka.

3.       Pencapaian Optimal: Pembelajaran berdiferensiasi membantu setiap murid mencapai potensinya yang optimal. Ini karena mereka mendapatkan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Kaitan dengan Modul Lain di Program Pendidikan Guru Penggerak

Modul ini memiliki kaitan erat dengan modul lain dalam Program Pendidikan Guru Penggerak. Pertama, pembelajaran berdiferensiasi adalah keterampilan kunci yang diperlukan oleh guru untuk efektif mengajar di kelas yang beragam. Selain itu, ini juga mendukung inklusi, yang menjadi fokus utama dalam banyak modul, karena pembelajaran berdiferensiasi adalah salah satu cara untuk memasukkan semua murid ke dalam proses belajar.

Selain itu, pemahaman tentang pembelajaran berdiferensiasi juga berkaitan dengan keterampilan komunikasi dan manajemen kelas, yang merupakan komponen penting dalam mendukung pembelajaran yang efektif. Memahami bagaimana berkomunikasi dengan murid secara individu dan mengelola beragam gaya belajar akan meningkatkan keterampilan dalam modul lain yang berkaitan dengan interaksi di kelas.

Pembelajaran berdiferensiasi adalah pondasi untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif, berdaya guna, dan mendukung perkembangan pribadi setiap murid. Ini adalah keterampilan kunci yang harus dikuasai oleh setiap guru untuk mencapai hasil belajar yang optimal dan mendukung pertumbuhan intelektual serta emosional murid-murid mereka.

Baca Juga : Jurnal Mudarris


Friday, October 27, 2023

Keharuman Spiritual SMPN Ekologi Kahuripan Purwakarta

 

doc.penagpai

Purwakarta_PENAGPAI. (27/10/2023) Hari Jumat yang berkah dirasakan oleh siswa kelas 7A SMPN Ekologi Kahuripan, Padjajaran, Purwakarta. Mereka melaksanakan kegiatan yang penuh makna, mulai dari pembacaan Surat Yaasiin, shalat Dhuha, hingga mendengarkan ceramah dari Ustadz Deden Anwar Fauzi, M.Pd.I.

Kegiatan dimulai dengan pembacaan Surat Yaasiin, sebuah amalan yang diyakini memiliki banyak manfaat baik bagi mereka yang membacanya maupun yang mendengarkannya. Para siswa kelas 7A dengan khidmatnya membaca surat suci ini, menciptakan suasana yang penuh ketenangan.

Setelah pembacaan Surat Yaasiin, para siswa dan petugas sekolah berkumpul untuk melaksanakan shalat Dhuha, sebuah shalat sunnah yang dilakukan pada waktu pagi. Shalat ini menjadi momen spiritual yang mendalam bagi para siswa, di mana mereka memohon kepada Allah SWT untuk memberikan keberkahan dalam kegiatan mereka sehari-hari.

Kemudian, penceramah Ustadz Deden Anwar Fauzi, M.Pd.I memberikan ceramah kepada para siswa. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan pesan-pesan positif tentang pentingnya khusyu dalam beribadah dan menjalani kehidupan sehari-hari. Ustadz Deden Anwar Fauzi juga menekankan pentingnya pelatihan dan persiapan dalam menjalani kehidupan, mengingat setiap penyakit memiliki obatnya, kecuali kebandelan.

Kegiatan ini membuktikan semangat keagamaan dan spiritualitas yang tinggi di kalangan siswa SMPN Ekologi Kahuripan Padjajaran Purwakarta. Mereka mengambil kesempatan ini untuk memperkuat hubungan dengan Tuhan dan memahami nilai-nilai agama yang mereka anut dengan lebih mendalam.

Selain itu, kegiatan ini juga menegaskan pentingnya pembinaan keagamaan dan moral di lingkungan sekolah. Melalui ceramah dan kegiatan spiritual seperti ini, diharapkan siswa dapat tumbuh sebagai individu yang baik dan berakhlak mulia.

Baca juga : Jurnal Mudarris

Wednesday, October 25, 2023

Apa yang akan anda lakukan seandainya / by.eep

 

doc

Bayangkanlah kelas yang saat ini Anda ampu dengan segala keragaman murid-murid Anda.

1.                   Apa yang telah Anda lakukan untuk melayani kemampuan murid yang berbeda? Apa yang Anda lakukan untuk membuat proses pembelajaran menjadi lebih mudah untuk murid Anda? Apakah ada perlakuan yang berbeda yang Anda lakukan?  Jika ada, perlakuan seperti apa? Jika tidak ada, apa dampaknya terhadap murid Anda?

Dalam kelas yang memiliki keragaman murid-murid, guru harus mengambil berbagai tindakan untuk melayani perbedaan kemampuan mereka, membuat proses pembelajaran menjadi lebih mudah, dan mengatasi tantangan-tantangan yang muncul. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil oleh guru:

a.                   Identifikasi Perbedaan Kemampuan: Guru perlu memahami dan mengidentifikasi perbedaan kemampuan di antara murid-murid mereka. Ini dapat melibatkan penggunaan tes awal, pengamatan kelas, dan berbicara dengan murid dan orang tua.

b.                  Fleksibilitas dalam Pengajaran: Guru harus bersedia untuk menyesuaikan pendekatan pembelajaran mereka sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan individu. Ini dapat berarti memberikan tugas yang berbeda atau tingkat kesulitan yang berbeda untuk murid-murid dengan tingkat kemampuan yang berbeda.

c.                   Penggunaan Materi Sumber Daya yang Beragam: Guru dapat memanfaatkan berbagai sumber daya seperti buku teks, bahan ajar digital, video pembelajaran, dan bahan-bahan lain yang dapat membantu murid dengan berbagai gaya belajar dan tingkat pemahaman.

d.                  Kelompok Kerja Kolaboratif: Mengatur aktivitas kelompok yang memungkinkan murid dengan kemampuan yang berbeda bekerja sama. Ini dapat membantu mereka belajar satu sama lain dan mengembangkan keterampilan sosial.

e.                   Mendengarkan dan Berkomunikasi dengan Murid: Penting bagi guru untuk mendengarkan murid dan berkomunikasi dengan mereka. Ini dapat membantu guru memahami perasaan dan kebutuhan murid.

f.                    Penguatan Positif: Memberikan penguatan positif kepada murid-murid untuk mendorong mereka dan meningkatkan motivasi belajar.

g.                   Pemberian Dukungan Tambahan: Untuk murid yang memerlukan bantuan tambahan, guru harus memberikan dukungan tambahan dalam bentuk waktu ekstra, bimbingan pribadi, atau sumber daya tambahan.

2.                   Sebutkan tantangan-tantangan yang Anda hadapi dalam proses pembelajaran di kelas yang disebabkan oleh keragaman murid-murid Anda tersebut? Tindakan-tindakan apa yang telah Anda lakukan untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut?

Tantangan yang saya hadapi dalam mengelola keragaman murid-murid diantaranya:

a.                   Perbedaan tingkat kemampuan: Murid-murid mungkin memiliki tingkat kemampuan yang berbeda dalam berbagai mata pelajaran, sehingga guru perlu menyesuaikan pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan individu.

b.                  Gaya belajar yang berbeda: Murid-murid dapat memiliki gaya belajar yang berbeda, seperti pembelajaran visual, auditori, atau kinestetik. Ini bisa menjadi tantangan dalam memilih metode pengajaran yang efektif.

c.                   Perbedaan latar belakang budaya dan bahasa: Dalam kelas yang beragam, murid-murid mungkin berasal dari berbagai latar belakang budaya dan berbicara dalam bahasa yang berbeda. Ini dapat memengaruhi komunikasi dan pemahaman.

d.                  Masalah sosial dan emosional: Murid-murid dapat menghadapi tantangan sosial dan emosional yang berbeda, seperti kecemasan, masalah keluarga, atau masalah kesehatan mental.

Tindakan yang saya lakukan untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut meliputi:

a.                   Diferensiasi pengajaran: Guru dapat menyusun rencana pelajaran yang dapat disesuaikan dengan berbagai tingkat kemampuan, termasuk tugas tambahan untuk murid yang lebih mampu dan dukungan tambahan untuk murid yang membutuhkannya.

b.                   Penggunaan beragam metode pengajaran: Guru dapat menggunakan berbagai metode pengajaran untuk memenuhi berbagai gaya belajar, seperti penggunaan visual, audio, dan tangan-tangan.

c.                    Pembinaan budaya inklusi: Menciptakan lingkungan yang mendukung keragaman budaya dan bahasa dengan menghormati dan memahami latar belakang murid-murid.

d.                   Pemberian dukungan sosial dan emosional: Guru dapat bekerja sama dengan konselor sekolah atau sumber daya lain untuk membantu murid yang mengalami masalah sosial atau emosional.

e.                   Kolaborasi dengan orang tua: Melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran untuk mendapatkan wawasan tambahan tentang kebutuhan individu anak-anak dan mendukung upaya pendidikan di rumah.

Tindakan-tindakan ini membantu saya mengatasi tantangan yang muncul akibat keragaman murid-murid di kelas mereka, sehingga setiap murid memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang.

3.                   Menurut Anda, untuk mengakomodasi tantangan yang terkait dengan keragaman murid tersebut, bagaimana seharusnya pembelajaran itu dirancang, dilaksanakan, dan dievaluasi?

Untuk mengatasi tantangan-tantangan ini, saya mencoba:

a.                   Menciptakan rencana pelajaran yang fleksibel dan mudah disesuaikan.

b.                  Membuat penggunaan teknologi untuk mendukung pembelajaran yang beragam.

c.                   Mengadakan pertemuan individual dengan murid untuk membantu mereka dalam hal-hal yang sulit.

Pembelajaran yang dirancang, dilaksanakan, dan dievaluasi seharusnya mempertimbangkan keragaman murid. Guru dapat menggunakan pendekatan diferensiasi dalam pengajaran, yaitu mengadaptasi materi, penilaian, dan metode pengajaran untuk memenuhi kebutuhan individu. Evaluasi dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti ujian, proyek, presentasi, dan pengamatan guru. Tujuannya adalah memastikan bahwa semua murid mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan menunjukkan kemajuan mereka.

Dalam hal perlakuan yang berbeda, penting untuk memahami bahwa perlakuan yang berbeda bukan berarti perlakuan yang tidak adil. Tujuannya adalah memberikan bantuan dan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan individu sehingga semua murid dapat mencapai potensi mereka. Kesetaraan bukan berarti semua murid diperlakukan secara identik, tetapi berarti bahwa mereka diperlakukan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka.

 Baca juga : Jurnal Mudarris

Reportase : Kegiatan MGMP PAI Lesson Study di SMPN 2 Purwakarta

 

doc.pai

Purwakarta_PENAGPAI 25 Oktober 2023. Hari ini, SMPN 2 Purwakarta menjadi saksi pelaksanaan Lesson Study yang diselenggarakan oleh MGMP PAI (Majelis Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam) yang dihadiri oleh kurang lebih 50 guru PAI dari empat gugus sekolah di wilayah Purwakarta. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru PAI serta memperkuat silaturahmi antar guru.

Guru model untuk kegiatan ini adalah Nopiansah, S.Pd, seorang pendidik berpengalaman yang telah mengabdikan dirinya untuk pendidikan agama Islam selama bertahun-tahun. Bapak Nopiansah akan memandu sesi lesson study hari ini dengan metode yang inovatif dan inspiratif.

doc.pai

Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Kepala Seksi Penelitian dan Pengembangan Pendidikan SMP, H. Asep Rahmatudin, M.Ag. Beliau menekankan pentingnya peningkatan kompetensi guru dalam menjalankan tugas mereka sebagai pendidik. "Peningkatan kompetensi guru merupakan langkah yang sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah Purwakarta," kata H. Asep Rahmatudin, M.Ag.

Ia juga menyoroti pentingnya silaturahmi antar guru. "Kita sebagai orang dewasa seharusnya sudah memiliki konsep pengembangan diri. Salah satu cirinya adalah memiliki keinginan kuat untuk mensosialisasikan diri dan jiwa sosial yang tinggi. Melalui silaturahmi, kita dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan, sehingga kita dapat tumbuh bersama," tambahnya.

Sesi lesson study dimulai dengan pemaparan guru model, Nopiansah, S.Pd, tentang metode pengajaran yang efektif dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Ia juga berbagi pengalaman dan tips mengajar yang dapat diterapkan dalam kelas.

Peserta kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok, dan masing-masing kelompok memiliki kesempatan untuk menjalankan praktik mengajar dengan mempraktikkan metode yang telah diajarkan oleh guru model. Setelah itu, mereka melakukan refleksi bersama untuk mendiskusikan hasil praktik mengajar dan mencari solusi atas tantangan yang dihadapi.

doc.pai

Ketua MGMP PAI Purwakarta Eep Saepul Hayat, M.Pd berharap bahwa kegiatan ini dapat mengarahkan peningkatan kompetensi guru PAI sesuai dengan ekspektasi. "Dengan berbagi pengetahuan dan pengalaman, kami berharap dapat melihat peningkatan yang nyata dalam kemampuan mengajar guru PAI di wilayah Purwakarta," ujarnya dengan semangat.

Kegiatan Lesson Study MGMP PAI di SMPN 2 Purwakarta ini mencerminkan tekad para guru PAI untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam dan memberikan yang terbaik bagi generasi muda. Dengan semangat profesionalisme dan berbagi pengalaman, mereka berharap dapat mencapai tujuan tersebut. (red.ep)

Baca juga : Jurnal Mudarris