Monday, August 14, 2023

Upacara Peringatan Hari Pramuka di SMPN 10 Purwakarta


Purwakarta.PenaGPAI (14/08/23), sekolah SMPN 10 Purwakarta menggelar upacara peringatan Hari Pramuka dengan penuh semangat dan kebersamaan. Upacara ini dihadiri oleh seluruh siswa dan guru sekolah, serta dipimpin oleh Kepala Sekolah, Bapak Ecep Kustiwa, SS, M.Pd sebagai pembina upacara.

Dengan latar belakang bendera Merah Putih yang berkibar dengan angin sejuk pagi, upacara ini diawali dengan baris-berbaris siswa Pramuka yang telah mengenakan seragam cokelat khas Pramuka. Seragam tersebut menjadi simbol kebanggaan dan semangat kebersamaan para anggota Pramuka di sekolah ini.

Pembina upacara, Bapak Ecep Kustiwa, dalam amanatnya mengungkapkan betapa pentingnya gerakan Pramuka bagi generasi muda Indonesia. Ia mengisahkan sejarah panjang dan peran penting yang dimainkan oleh Pramuka dalam pembentukan karakter dan kepribadian pemuda-pemudi Indonesia. Melalui Pramuka, generasi muda diajarkan nilai-nilai luhur seperti kepemimpinan, kemandirian, kebersamaan, dan rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri, sesama, dan lingkungan.


Bapak Ecep juga menyampaikan tentang tokoh pendiri Gerakan Pramuka di Indonesia, Bapak Pandu Dunia. Beliau adalah pribadi yang berdedikasi tinggi dalam membimbing dan membentuk karakter generasi muda melalui Pramuka. Pengabdian dan semangatnya telah membawa Gerakan Pramuka menjadi salah satu organisasi kepanduan yang memiliki dampak besar terhadap perkembangan pemuda Indonesia.

Dalam amanatnya, Bapak Ecep juga menekankan bahwa semangat Pramuka harus terus dijaga dan diperjuangkan. Para siswa diharapkan dapat mengambil hikmah dari nilai-nilai Pramuka dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mengajak para guru untuk terus memberikan dukungan dan bimbingan kepada para siswa dalam mengembangkan potensi dan kepribadian mereka melalui Gerakan Pramuka.


Upacara peringatan Hari Pramuka di SMPN 10 Purwakarta berjalan dengan khidmat dan penuh makna. Peserta upacara, termasuk siswa-siswa Pramuka, dengan antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Melalui peringatan ini, semangat kebangsaan dan kepanduan diharapkan semakin mengakar dalam hati setiap individu, menjadikan mereka generasi yang berkarakter, mandiri, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

 

Red. Eep


Baca Juga : Jurnal Mudarris

Friday, August 11, 2023

Pedoman, pola & petunjuk



AL-QURAN


Al-Quran, pembimbingku yang agung, 
Di dalam lembar-lembarmu terdapat petunjuk yang jelas, 
Cahaya kebenaran yang menerangi jalan gelap, 
Pedoman hidup bagi jiwa yang bingung.


Kata-katamu merentangkan sayap ke langit, 
Mengajarkan cinta, kasih, dan kebijaksanaan, 
Dalam ayat-ayatmu terukir hikmah abadi, 
Bagai oase di tengah padang pasir kehidupan.

Dalam deru dunia yang sering membingungkan, 
Engkau hadir sebagai pelita yang tak pernah pudar, 
Mengajarkan kesabaran di tengah cobaan, 
Memberi harapan saat hati terasa hancur.

Dalam setiap lafaz, ada kedalaman makna, 
Mengajak insan untuk merenung dan bertafakkur, 
Membimbing langkah menuju ridha Ilahi, 
Menuai kedamaian di dunia dan akhirat yang abadi.

Oh, Al-Quran, kitab suci nan agung, 
Engkau tetap relevan sepanjang zaman, 
Panduan hidup yang takkan pernah kuganti, 
Pembimbingku dalam setiap langkah dan mimpi.


SMPN 10 PURWAKARTA 
halaman sekolah 11-8-23
*Eep / GPAI 

Baca juga : Jurnal Mudarris 

Wednesday, August 9, 2023

Guru Ujung Tombak Implementasi Kurikulum Merdeka


Purwakarta_PenaGPAI. Kegiatan rutin MGMP PAI Jenjang SMP Kabupaten Purwakarta memperkuat diri adakan belajar bersama IKM Terintegrasi 5 Bunga Karakter dengan agenda pembinaan dari kementrian agama tentang EMIS dan penyusunan CP-TP-ATP-Modul Ajar yang dipimpin langsung oleh ketua MGMP PAI Jenjang SMP Kabupaten Purwakarta Eep Saepul Hayat, MPd pada rabu, 09/08/2023 di SMPN 1 Purwakarta dan dihadiri oleh para pengawas serta guru-guru PAI di sekitar wilayah Kabupaten Purwakarta.


Kompetensi guru menjadi titik tombak dalam penentuan implementasi kurikulum merdeka terhadap peserta didik. Dalam prosesnya guru dituntut untuk bisa terus bereksplorasi salah satunya melalui kegiatan MGMP Mapel. MGMP PAI Jenjang SMP Kabupaten Purwakarta termasuk yang aktif mengadakan pelatihan terhadap anggotanya, seperti yang di sampaikan Pengawas SMP PAI Kabupaten Purwakarta Drs. Sopyan, “saya mengapresiasi guru-guru PAI yang rajin meningkatkan kompetensinya terbukti dengan banyaknya guru-guru PAI yang menjadi kepala sekolah, pengawas maupun kasi” beliau menambahkan. Namun demikian Lulu Makkiyah pengawas lainnya mengingatkan bahwa “seberapa banyaknya kegiatan penting dan modernnya tetap yang utamanya adalah tupoksi sebagai guru” Kegiatan ini juga mengevaluasi PENTAS PAI Jabar yang telah dilakukan beberapa waktu silam serta menyerahkan piala penghargaan kepada sekolah yang berhasil meraih juara di PENTAS Jabar. Alhamdulillah Purwakarta meraih juara 2 cabang MHQ yang diwakili oleh SMP Fulday Al-muhajirin 1, dan Juara 3 cabang Ceramah Putra yang diwakili oleh SMPs Al-Mukhtar.



Kegiatan inti disampaikan oleh Iis Isnawati Wakil Ketua MGMP PAI Jenjang SMP Kabupaten Purwakarta yang juga sebagai pengajar praktik membahas tuntas pembuatan modul ajar IKM terintegrasi TdBA secara komunikatif sehingga tidak membuat peserta jenuh bahkan antusias dengan pertanyaan-pertanyaan yang mendetail. Secara umum beliau mengungkapkan bahwa modul dibuat setelah mengetahui kompetensi awal atau melakukan assesment diagnostik.

Wallaahu a’lam

Baarakallah lanaa wa lakum

Salam Literasi: Indonesia_Berkarya

Dokumentasi: Lulu Makkiyah, Lilis Sumiati, Rini Anggraeni

Red. Ida


Baca juga : Jurnal Mudarris













Sunday, August 6, 2023

Nilai Mulia dalam Islam

Haul KH. Afif Hasanudin Bin KH. Zain Asyu'ary

Menghormati Guru dan Keluarganya: Nilai Mulia dalam Islam
Eep Saepul Hayat *)

Dalam Islam, menghormati guru dan keluarganya adalah salah satu nilai mulia yang diajarkan oleh agama ini. Rasulullah SAW dan Al-Quran telah memberikan pengajaran tentang pentingnya menghormati guru sebagai penerus ilmu dan menyayangi serta berbakti kepada keluarga. Hal ini mencerminkan etika dan moralitas tinggi dalam pergaulan sosial. Artikel ini akan menjelaskan betapa pentingnya menghormati guru dan keluarganya dalam Islam, serta dalil dari Al-Quran dan Hadits yang menegaskan pentingnya nilai-nilai ini.

1. Menghormati Guru: Penerus Ilmu dan Pendidikan

Dalam Islam, guru memiliki peran penting sebagai penerus ilmu dan pendidikan. Rasulullah SAW mencontohkan dengan menghormati para sahabat dan ulama yang mengajarkannya ajaran agama. Hal ini mengajarkan kepada umat Islam untuk menghargai dan menghormati guru sebagai sarana mendapatkan ilmu yang bermanfaat.

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran, "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya mencapai umur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah' dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia." (Al-Isra' 17:23)

Dari Hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidak berterima kasih kepada manusia, maka ia juga tidak berterima kasih kepada Allah."

2. Menghormati Keluarga Guru: Kasih Sayang dan Berbakti

Menghormati keluarga guru merupakan bagian dari akhlak yang baik dalam Islam. Rasulullah SAW mencontohkan kasih sayang dan perhatian kepada keluarga para sahabat dan guru-guru beliau. Menghormati keluarga guru bukan hanya untuk menjalin hubungan baik dengan guru, tetapi juga menunjukkan rasa terima kasih atas ilmu yang diberikan oleh guru.

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran, "Dan jadikanlah dirimu lembut terhadap mereka berdua dan ucapkanlah doa: 'Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.'" (Al-Isra' 17:24)

Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidak mengasihi anak kecil dan tidak menghormati orang yang tua, maka ia bukan termasuk dari golonganku."

3. Menghormati Guru sebagai Penerus Ilmu: Amalan Pahala

Menghormati guru sebagai penerus ilmu dalam Islam tidak hanya dihargai oleh masyarakat, tetapi juga mendapatkan pahala dari Allah SWT. Rasulullah SAW mengajarkan umat Islam untuk mencari ilmu dan mengajarkannya kepada orang lain. Dengan cara ini, Allah akan memudahkan jalan menuju surga bagi orang yang mencari ilmu dengan sungguh-sungguh.

Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya."

Kesimpulan

Menghormati guru dan keluarganya adalah nilai-nilai mulia dalam Islam. Rasulullah SAW dan Al-Quran mengajarkan pentingnya menghargai guru sebagai penerus ilmu dan pendidikan. Selain itu, kasih sayang dan berbakti kepada keluarga guru juga mendapatkan apresiasi dalam ajaran Islam. Semoga dengan menghormati guru dan keluarganya, kita dapat membentuk karakter dan moralitas yang baik, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.


*) Alumni Al-Asy'ary

Baca juga : Jurnal Mudarris 

Festival Kaulinan Barudak HUT Purwakarta


SMPN 10 Purwakarta Ikut Serta Memeriahkan “Festival Kaulinan Barudak”

Purwakarta_Pena.GPAI, 06/8/23 - SMPN 10 Purwakarta iktu serta dalam Festival Kaulinan Barudak yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Purwakarta dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Purwakarta ke-192. Festival yang berlangsung di halaman Pendopo Kabupaten Purwakarta tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai sekolah di Kabupaten Purwakarta.

Dalam festival tersebut, SMPN 10 Purwakarta mengirimkan peserta yang mewakili berbagai jenis permainan tradisional Sunda. yaitu egrang, balap karung, congklak, lompat tali, dan petak umpet. Dibimbing oleh Ibu Dwi dan Ibu Rani.

Kepala SMPN 10 Purwakarta, Ecep Kustiwa SS, M.Pd., sangat bangga dengan prestasi yang diraih oleh para siswanya. Ia mengatakan bahwa festival ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan budaya Sunda dan mengenalkan permainan tradisional kepada generasi muda.

"Kami sangat bangga dengan prestasi yang diraih oleh para siswa kami. Ini merupakan bukti bahwa mereka mencintai budaya Sunda dan memiliki semangat yang tinggi untuk melestarikannya," kata Ecep Kustiwa SS, M.Pd.

Ia menambahkan bahwa festival ini juga merupakan sarana untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi para siswa. Para siswa dituntut untuk bisa mengembangkan permainan tradisional dengan cara yang lebih menarik dan modern.

"Festival ini juga merupakan sarana untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi para siswa. Para siswa dituntut untuk bisa mengembangkan permainan tradisional dengan cara yang lebih menarik dan modern," kata Hj. Neneng M. Patimah. Beliau berharap agar festival ini dapat terus diselenggarakan setiap tahunnya. Ia juga berharap agar prestasi yang diraih oleh SMPN 10 Purwakarta dapat menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Purwakarta untuk ikut berpartisipasi dalam festival ini.

Guru Pembimbing "Festival Kaulinan Barudak"
"Kami berharap agar festival ini dapat terus diselenggarakan setiap tahunnya. Kami juga berharap agar prestasi yang diraih oleh SMPN 10 Purwakarta dapat menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Purwakarta untuk ikut berpartisipasi dalam festival ini," pungkas beliau.

Red. Ep

 

Baca Juga : Jurnal Ilmiah PAI “MUDARRIS”

 

Lirih Mengalir Menjadi Berkah / PUISI

 

Lirih Mengalir Menjadi Berkah
Karya: Ida Kholidah
GPAI SMPN 1 BUNGURSARI


Demi sebuah idealisme
Satukan dedikasi untuk negri
Demi sebuah cita-cita
Satukan semangat bangun negri
Demi sebuah harga diri
Eratkan pegangan tangan kokohkan negri
Mengemban amanah untuk pertiwi

Terhampar keping-keping bongkahan tiada sentuhan
Termenung berdiri mematung wajah-wajah muram menanti ilham
Berkumpul merancang asa bersihkan niat suci
Satukan tekad wujudkan visi misi terpatri
Merangkak berdiri berpegangan raih mimpi
Hadapi tantangan datang silih berganti
Tak mudah emban amanah di tengah badai menyelimuti

Tak terhitung seberapa banyak keringat tercucurkan
Seberapa materi terkuraskan
Seberapa tenaga terhempaskan
Seberapa amarah terlampiaskan
Seberapa waktu terluangkan
Seberapa jiwa tertautkan
Seberapa doa terpanjatkan menggema di langit

Satu demi satu asa menyapa
Hamparan keping bongkahan berubah indah
Seringai senyum mulai menghiasi negeri
Lirihnya pengorbanan berganti kenyamanan
Hanya bahagia penuhi rasa di dada
Namun saat sekumpulan angin menerpa
Luluh lantahkan semua keindahan sirna

Tak cukup pandangan menyesakkan dada
Hujatan pun mampir merobek jiwa
Sadar betapa besar harga perjuangan
Betapa tak ternilai pengorbanan para pejuang
Niat baik tak selalu menuai kebaikan
Rintangan pasti datang silih berganti
Takkan mampu hanguskan kobaran semangat membara

Inna lillaahi wa inna ilaihi roojiuun
Ya Allah yang Maha Pencipta
Sedih.... Perih.... Lirih....hanya rasa manusiawi
Kembali datang bak roda yang berputar
Namun mampukan diri tawakkal kepadaNYA
Semoga perjalanan emban amanah tercatat menjadi nilai ibadah
Perjuangan dimulai kembali dibekali pembelajaran diri.


Jatiluhur, di tengah deretan daun berwarna warni nan memukau
Sabtu, 05/08/2023: 05.30 WIB


baca juga : Jurnal Ilmiah PAI "MUDARRIS"

Friday, August 4, 2023

SMPN 10 Purwakarta, Jumat Nyucikeun Diri

 

Sholat Dhuha



Purwakarta.Pena_GPAI,  (4/8/23) SMPN 10 Purwakarta menggelar kegiatan Jumat "Nyucikeun Diri", pembacaan Surat Yasin, dan sholat Dhuha pada hari Jumat, 4 Agustus 2023. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh siswa dan guru. Kegiatan dilaksanakan di halaman sekolah dimulai pada pukul 06.30 WIB. Selanjutnya pembacaan Surat Yasin dipimpin oleh petugas siswa kelas 9A. 

Kegiatan Jumat "nyucikeun diri", pembacaan Surat Yasin, dan sholat Dhuha merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap hari Jumat di SMPN 10 Purwakarta sejalan dengan program Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang damai, sehat, dan religius.

Kepala SMPN 10 Purwakarta, Ecep Kustiwa SS, M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan Jumat Nyucikeun Diri, pembacaan Surat Yasin, dan sholat Dhuha merupakan kegiatan yang sangat positif. Kegiatan tersebut dapat membuat lingkungan sekolah menjadi bersih, sehat, dan Religius.

"Saya berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan setiap hari Jumat. Kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi seluruh warga sekolah," ujar Ecep Kustiwa SS, M.Pd.

Siswa-siswi SMPN 10 Purwakarta juga sangat antusias dengan kegiatan Jumat bersih, pembacaan Surat Yasin, dan sholat Dhuha. Sementara siswa Non Muslim dibimbing oleh guru AKPK. Mereka mengatakan bahwa kegiatan tersebut dapat membuat mereka lebih dekat dengan Allah SWT dan dapat meningkatkan semangat belajar mereka.

Kegiatan tersebut diisi juga siraman rohani oleh H. Deden Anwar Fauzi, M.Pd.I beliau guru PAI di SMPN 10 PURWAKARTA,  dalam ceramahnya beliau menyampaikan makna sholat Duha. Kemudian Sopian, M.Pd sebagai Waka Kurikulum menyampaikan tentang masalah bulliying.

Kegiatan Jumat nyucikeun diri, merupakan kegiatan yang sangat positif. Kegiatan tersebut dapat membuat lingkungan sekolah menjadi damai, sehat, dan religius. Kegiatan tersebut juga dapat memberikan manfaat bagi seluruh warga sekolah.

Red. Ep

Baca juga : Jurnal MUDARRIS GPAI