Saturday, July 1, 2023

Berdansa dalam cahaya /by.eep

rembulan


Di langit malam yang sunyi

Rembulan bersinar terang

Dengan sinarnya yang gemilang

Menerangi kegelapan jiwa


Cahayanya menyentuh hati

Menghanyutkan dalam perasaan

Seolah-olah mengajak berdansa

Di alam mimpi yang tak terbatas


Rembulan, sahabat dalam kesendirian

Menyaksikan setiap langkah sendiri

Menyelami kedalaman hati yang sunyi

Menyirami dengan sinar penuh harapan


Dalam kegelapan malam yang sepi

Rembulan menari di angkasa

Seakan mengatakan bahwa ada harapan

Meski semua tampak begitu gelap


Lihatlah, rembulan yang bersinar begitu indah

Seakan menyapa jiwa yang kering

Mengingatkan kita akan keindahan dunia

Yang terkadang terlupakan oleh kepedihan


Rembulan adalah saksi bisu

Kisah pilu yang terukir dalam hati

Mengiringi langkah dalam kesendirian

Menyentuh relung-relung kesedihan


Namun, jangan biarkan rembulan hanya menyaksikan

Ajaklah ia berdansa dalam cahaya

Mengubah kesedihan menjadi kebahagiaan

Dan menghidupkan kembali jiwa yang mati


Rembulan, penyejuk di malam yang panas

Penerang di saat yang gelap

Simbol keindahan dalam kesendirian

Mengajak kita merenung dan bersyukur


Ketika rembulan bersinar di langit

Biarkanlah ia menjadi pengingat

Bahwa keindahan ada di sekeliling kita

Asalkan kita mau melihat dan merasakannya


Rembulan, kau adalah puisi yang tercipta

Dalam keheningan malam yang sunyi

Menggugah jiwa dan menyentuh hati

Membawa harapan dan keindahan ke dunia


01/07/23

by.eep

Friday, June 30, 2023

DIALOG JIWA

ayo semangat

Hari ini saya ingin bercerita tentang program "Meayrdeka Mengajar". Kita tahu kan apa itu "Merdeka Mengajar"? Nah, sebenarnya itu program yang mengajarkan kita bagaimana cara menjadi guru yang merdeka. Tapi, jujur saja, saya agak bingung dengan konsep "Merdeka Mengajar" ini.

Saya berpikir, "Apakah guru-guru ini diajarkan bagaimana merdeka dari tugas mengajar?" Maksud saya, bayangkan jika seorang guru bilang, "Hari ini saya merasa tidak merdeka, jadi saya tidak akan mengajar." Anak-anak di kelas pasti akan bersorak, tapi orang tua mungkin tidak akan terlalu senang.

Atau mungkin "Merdeka Mengajar" berarti guru-guru boleh mengajar dengan pakaian apa pun yang mereka suka. Jadi, seorang guru bisa datang ke sekolah dengan kostum superhero dan mengajar matematika. Anak-anak pasti akan terkejut dan sulit berkonsentrasi. Tapi setidaknya guru-guru akan merasa merdeka dalam pilihan busana mereka.

Tapi kemudian saya berpikir, mungkin "Merdeka Mengajar" artinya guru-guru bisa memilih apa yang ingin mereka ajarkan. Jadi, seorang guru bisa datang ke kelas dan berkata, "Hari ini kita akan belajar cara membentuk gelembung sabun yang super besar!" Saya yakin anak-anak akan senang, tapi apakah mereka belajar sesuatu yang bermanfaat? Saya tidak yakin.

Lalu, saya menyadari bahwa "Merdeka Mengajar" sebenarnya adalah program yang mengajarkan para profesional dan pekerja lain bagaimana menjadi guru sambil tetap menjalankan pekerjaan utama mereka. Dan saya pikir itu sangat keren!

Bayangkan jika seorang petugas polisi menjadi guru. Dia bisa mengajar anak-anak bagaimana cara menyeberang jalan dengan aman, sambil mengenakan seragam polisi dan memakai topi yang keren. Anak-anak pasti akan terpesona dan belajar dengan antusias.

Atau bayangkan seorang koki restoran yang menjadi guru. Dia bisa mengajar anak-anak cara memasak hidangan lezat, sambil memberikan contoh langsung di kelas. Anak-anak pasti akan senang bisa mencicipi masakan yang diajarkan oleh seorang ahli.

Jadi, meskipun awalnya saya bingung dengan konsep "Merdeka Mengajar", sekarang saya melihat betapa pentingnya program ini. Mengajar adalah tugas yang mulia.. semoga _/\_. 

by.eep







SEPOTONG DAGING

 


Sepotong Daging /by.eep

Di padang pasir yang luas terbentang,
Berdiri tegak seekor hewan yang tangguh,
Idul Adha tiba, saat berbagi tulus,
Hati merenung, merasakan keagungan-Nya.

Dalam sunyi, terdengar doa yang syahdu,
Mata yang berlinang, mengalirkan air mata,
Kurban yang dihadirkan, lambang pengorbanan,
Dalam rasa syukur, kita terpaut harmoni.

Hewan yang lemah, dengan hati yang kuat,
Memberikan hidupnya, sebagai bentuk pengabdian,
Dagingnya disalurkan, bagi sesama yang membutuhkan,
Kemanusiaan berkobar, di tengah kebersamaan.

Idul Adha memanggil, untuk saling berbagi,
Memberi dan menerima, dalam keikhlasan hati,
Tak hanya daging, tapi juga cinta dan kasih,
Menyatukan jiwa, meleburkan perbedaan.

Dalam setiap potongan daging yang lezat,
Terpancar rasa syukur yang tak tergantikan,
Ketulusan hati, dalam setiap santapan,
Menyatu dengan jiwa, mengalirkan kebahagiaan.

Idul Adha, panggilan untuk berbagi,
Menghapus batas-batas, merajut kebersamaan,
Dalam setiap nafas, terasa kehadiran-Nya,
Mengiringi langkah, dalam hidup yang berarti.

- Hati yang tulus, berdansa dalam keheningan.
- Kurban yang suci, menyatukan kita semua.
- Keikhlasan hati, tercipta dalam setiap potongan daging.
- Idul Adha, membara dalam jiwa yang merindu.
- Dalam berbagi, terjalin kebahagiaan yang abadi.

Wednesday, June 28, 2023

Perjalanan Tanpa Pamrih dan Pengabdian / by. eep

 


Filsafat Pengorbanan: Perjalanan Tanpa Pamrih dan Pengabdian / by. eep

Pengorbanan, dalam berbagai bentuknya, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari peradaban manusia sejak dahulu kala. Salah satu aspek kurban yang memikat pikiran manusia selama berabad-abad adalah konsep "qurban" atau kurban dalam budaya Islam. Qurban memegang tempat yang signifikan di hati umat Islam di seluruh dunia karena merupakan tindakan yang mendalam dari tidak mementingkan diri sendiri dan pengabdian kepada Allah.

Tindakan qurban sangat berakar pada kisah Nabi Ibrahim as, dan keimanannya yang tak tergoyahkan kepada Allah. Menurut tradisi Islam, Nabi Ibrahim diperintahkan Allah dalam mimpi untuk mengorbankan putra kesayangannya, Ismail as,. Terlepas dari cinta yang sangat besar yang dia miliki untuk putranya, Nabi Ibrahim rela tunduk pada kehendak Allah dan melakukan pengorbanan ini. Saat Nabi Ibrahim bersiap untuk memenuhi perintah ilahi ini, Allah turun tangan dan mengganti Ismail dengan seekor domba jantan, menyelamatkan nyawa anak laki-laki itu. Tindakan ketaatan dan kepercayaan pada rencana Allah ini menjadi simbol pengabdian dan penyerahan diri pada kehendak ilahi.

Oleh karena itu, Qurban bukan hanya penyembelihan hewan secara fisik; itu mewujudkan makna dan tujuan yang lebih dalam. Itu mewakili kesediaan seorang mukmin untuk menyerahkan sesuatu yang berharga, baik itu kekayaan, waktu, atau keinginan pribadi, demi Allah. Hewan yang dipilih untuk qurban seringkali berupa domba, kambing, sapi, atau unta, dan harus memenuhi kriteria kesehatan dan umur tertentu. Daging dari hewan kurban kemudian dibagi menjadi tiga bagian yang sama: satu untuk individu yang mempersembahkan kurban, satu untuk keluarga dan teman, dan satu untuk anggota masyarakat yang kurang mampu.



Tindakan berbagi dan menafkahi sesama ini merupakan inti dari filosofi qurban. Ini berfungsi sebagai pengingat akan pentingnya empati, kasih sayang, dan kemurahan hati terhadap mereka yang membutuhkan. Dengan mengambil bagian dalam tindakan qurban, umat Islam didorong untuk merenungkan berkah yang diberikan kepada mereka dan secara aktif mencari cara untuk meringankan penderitaan dan kesulitan orang lain. Ini adalah simbol persatuan dan solidaritas, karena orang-orang dari semua lapisan masyarakat berkumpul untuk mengambil bagian dalam ibadah ini.

Selain itu, qurban berfungsi sebagai perjalanan spiritual bagi individu yang mempersembahkan qurban. Ini adalah kesempatan untuk refleksi diri, disiplin diri, dan penguatan hubungan seseorang dengan Allah. Tindakan mengorbankan hewan membutuhkan kesabaran, keberanian, dan tujuan yang mendalam. Itu adalah ujian iman seseorang dan pengingat akan pengorbanan yang dilakukan oleh mereka yang datang sebelum kita.

Dalam arti yang lebih luas, filosofi qurban melampaui ranah agama. Itu mengajarkan kita nilai pengorbanan dalam kehidupan kita sehari-hari, terlepas dari kepercayaan agama kita. Pengorbanan, dalam bentuk apapun, menuntut kita untuk merelakan sesuatu demi kebaikan yang lebih besar. Itu mungkin melibatkan mengorbankan waktu kita untuk membantu orang lain, meninggalkan kemewahan pribadi untuk mendukung tujuan, atau bahkan membuat keputusan sulit untuk kepentingan orang yang kita kasihi. Filosofi qurban mengajak kita untuk merenungkan hakikat qurban dan kekuatan transformatifnya.



HUKUM QURBAN

Qurban, atau pengorbanan hewan, adalah praktik keagamaan penting dalam Islam yang memiliki nilai budaya dan spiritual yang signifikan bagi umat Islam di seluruh dunia. Tindakan menyembelih hewan kurban di bulan Dzulhijjah Islam dianggap sebagai bentuk ibadah dan ketaatan kepada Allah. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai aspek hukum dan prinsip-prinsip agama seputar Qurban.

Dasar Qurban dalam Islam

Qurban menemukan dasarnya dalam ajaran Islam, terutama berasal dari kisah Nabi Ibrahim (Abraham) dan kesediaannya untuk mengorbankan putranya, Ismail (Ishmael), sebagai ujian keimanannya. Namun, Allah mengintervensi dan menyediakan seekor domba jantan sebagai pengganti Ismail. Acara ini melambangkan ketundukan tertinggi pada kehendak Allah dan berfungsi sebagai pengingat iman Nabi Ibrahim yang tak tergoyahkan.

Kewajiban Hukum

Qurban tidak wajib (wajib) dalam Islam, melainkan tindakan yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah). Ini adalah tindakan ibadah sukarela yang dilakukan umat Islam untuk mencari kedekatan dengan Allah dan untuk meniru kesalehan Nabi Ibrahim. Namun, bagi mereka yang mampu secara finansial, sangat dianjurkan untuk berqurban. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Kautsar :

 

إِنَّآ أَعْطَيْنَٰكَ ٱلْكَوْثَرَ

Artinya: 1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ

2. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.

إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلْأَبْتَرُ

3. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.

Namun menurut Jumhur Ulama Syafi'iyyah, bagi yang mampu dan memenuhi syarat, hukum kurban adalah sunnah mu'akkad. Di mata Islam, orang yang bisa tetapi tidak melakukan kurban tergolong keji bahkan dibenci oleh Al-Surah.Artinya: “Rasulullah Saw. bersabda: “Barang siapa yang memiliki kemampuan, tetapi tidak berkurban, maka janganlah dia mendekati tempat shalat kami” (HR. Ahmad).

Syarat Qurban

Ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi agar Qurban menjadi sah:

1.     Niat: Orang yang menawarkan Qurban harus memiliki niat mencari keridhaan Allah dan memenuhi kewajiban agama.

2.     Hewan: Hewan yang akan dikurbankan harus dalam umur tertentu dan dalam keadaan sehat. Islam mengizinkan kurban sapi, domba, kambing, dan unta.

3.     Kepemilikan: Orang yang menawarkan Qurban harus menjadi pemilik hewan. Tidak diperbolehkan untuk mengorbankan hewan yang bukan milik Anda.

4.     Waktu: Qurban hanya dapat dilakukan pada hari-hari yang telah ditentukan pada Idul Adha, yaitu tanggal 10, 11, dan 12 Dzulhijjah.

Pembagian Daging Qurban

Daging dari hewan kurban dibagi menjadi tiga bagian:

-       Sepertiga diberikan kepada orang miskin dan membutuhkan: Ini dianggap sebagai tindakan amal dan sarana untuk berbagi berkah Qurban dengan mereka yang kurang beruntung.

-       Sepertiga diberikan kepada kerabat dan teman: Ini mempromosikan kohesi sosial dan memperkuat ikatan kekerabatan dan komunitas.

-       Sepertiga disimpan untuk konsumsi pribadi: Orang yang menawarkan Qurban dan keluarganya dapat mengkonsumsi sebagian dari dagingnya.


a. Niat-Doa Menyembelih Hewan Kurban Diri Sendiri

اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنِّيْ يَا كَرِيْمُ

Allahumma hadzihi minka wa ilaika, fataqabbal minni ya karim.

Artinya: "Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini aku bertakarub (mendekatkan diri) kepada-Mu. Karenanya Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah takarubku."

b. Doa Menyembelih Hewan Kurban Orang Lain

(....) بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ اللَّهُمَّ مِنْكَ وَ إِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِنْ

Bismillah wallahu akbar. Allahumma minka wa ilaika, fataqabbal min ... (ucapkan nama pemilik hewan kurban).

Artinya: "Dengan nama Allah dan Allah Maha Besar, Ya Allah, kurban ini dari-Mu dan untuk-Mu, terimalah kurban (nama pemilik hewan kurban)."

c. Doa Menyembelih Hewan Kurban untuk 7 Orang

اَللَّهُمَّ هَذِهِ مِنْكَ وَإِلَيْكَ فَتَقَبَّلْ مِن... يَا كَرِيْمُ

Allahumma hadzihi minka wa ilaika, fataqabbal min (ucapkan nama ketujuh pemilik hewan kurban) ya karim.

Artinya: "Ya Tuhanku, hewan ini adalah nikmat dari-Mu. Dan dengan ini kami bertakarub (mendekatkan diri) kepada-Mu. Karenanya Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah, terimalah takarub kami."

Hikmah Berkurban

Berkurban adalah salah satu ibadah yang dilakukan oleh umat Islam pada hari raya Idul Adha. Ibadah ini tidak sekedar memberikan daging kepada yang membutuhkan, namun juga mengandung banyak hikmah dan makna yang mendalam. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa hikmah berkurban yang bisa diambil sebagai pelajaran dalam kehidupan sehari-hari.

1. Mengorbankan Sesuatu yang Berharga

Salah satu hikmah dari berkurban adalah kemampuan kita untuk mengorbankan sesuatu yang berharga bagi kita. Dalam berkurban, kita harus mampu melepaskan hewan kurban yang mungkin sudah menjadi bagian dari keluarga atau memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Hal ini melarang kita untuk tidak terlalu terikat pada materi dan mampu melepaskan sesuatu yang kita cintai demi kebaikan orang lain.

2. Keikhlasan dan Ketulusan Hati

Berkurban juga melarang kita tentang keikhlasan dan ketulusan hati. Ketika kita berkurban, tidak ada niatan untuk mencari pujian atau ketidakseimbangan dari orang lain. Ibadah ini harus dilakukan sematamata karena Allah SWT. Hal ini melarang kita untuk bertindak dengan tulus dan ikhlas dalam segala hal yang kita lakukan, tanpa mengharapkan balasan atau pengakuan dari orang lain.

3. Kepedulian terhadap Sesama

Salah satu tujuan dari berkurban adalah untuk berbagi dengan sesama yang membutuhkan. Daging kurban yang didistribusikan kepada fakir miskin dan orang yang kurang mampu memberikan manfaat yang besar bagi mereka. Hikmah ini melarang kita tentang pentingnya memiliki rasa empati dan peduli terhadap kondisi sesama. Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga bisa mengambil hikmah ini dengan berbagi dengan orang-orang yang membutuhkan, baik itu dalam bentuk materi maupun waktu dan perhatian.

4. Menjaga Keseimbangan Dalam Hidup

Dalam berkurban, kita harus memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan pribadi dan kebutuhan orang lain. Hewan kurban yang dipilih harus yang sehat dan memiliki kualitas yang baik. Namun, kita juga harus memastikan bahwa kita tidak berlebihan dalam memilih hewan kurban yang sangat mahal atau mewah. Hikmah ini melarang kita untuk menjaga keseimbangan dalam hidup, tidak terlalu berlebihan dalam mengambil atau memberikan.

Allahua'lam. 

Baca Juga : Jurnas MudarrisMGMP PAI SMP Kab. Puurwakarta


Wednesday, June 21, 2023

PERANGKAT KURIKULUM MERDEKA


MGMP PAI SMP KABUPATEN PURWAKARTA
Peningkatan Kompetensi Guru; Pengelolaan Data; Pererat Silaturrahmi;
Pencerah Profesi; Panutan Ummat
 
 
PERANGKAT KURIKULUM MERDEKA
========================================================
KELAS 7
MODUL AJAR | bab1; bab2; bab3; bab4; bab5; bab6; bab7; bab8; bab9; bab10
MODUL AJAR hasta sasadara
KUNCI JAWABAN | Klik
BUKU | Guru; Siswa

ATP | bab1; bab2; bab3; bab4; bab5; bab6; bab7; bab8; bab9; bab10
MODUL AJAR | bab1; bab2; bab3; bab4; bab5; bab6; bab7; bab8; bab9; bab10
KUNCI JAWABAN | 
BUKU | GuruSiswa

PPT | 
bab1   : Pelestarian Alam dan Lingkungan 
bab2   : Mendalami Iman kepada Kitab Allah Swt
bab3   : Menjadi Pribadi yang Amanah dan Jujur (Pengayaan)
bab4   : Salat Gerhana, Salat Istisqa, dan Salat Jenazah
bab5   : Peradaban Islam pada Masa Abbasiyah (750–1258M)
bab6   : Moderat dalam Beragama
bab7   : Beriman kepada Nabi dan Rasul
bab8   : Toleransi dan Menghadapi Perbedaan
bab9   : Praktik Jual Beli dan Utang Piutang serta Menghindari Riba
bab10 : Lahirnya Para Ilmuwan Muslim pada Masa Bani Abbasiyah
========================================================
@2023
 
Baca Juga : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam MUDARRIS


Wednesday, May 24, 2023

RUANG LITERASI UNTUK GPAI

 

MGMP PAI TINGKAT SMP KABUPATEN PURWAKARTA SIAPKAN RUANG LITERASI KHUSUS UNTUK KARYA GPAI

Oleh: ida Kholidah

Kegiatan rutin bulanan MGMP PAI Tingkat SMP Kabupaten Purwakarta selalu mempunyai strategi yang ampuh  membangkitkan semangat belajar mengajar para guru PAI untuk terus menggali ilmu pada setiap kesempatan demi perjuangan dan syiar menyebarkan agama Islam.

Pada kegiatan mei 2023 yang bertempat di SMPN 7 Purwakarta ini dihadiri oleh para pengawas pai dari Kemenag Kabupaten Purwakarta, Kepala Sekolah SMPN 7 Purwakarta yang diwakili oleh seksi kesiswaan, Ketua MGMP PAI Tingkat Kabupaten Purwakarta serta para guru PAI dari 87 sekolah SMP yang tergabung dalam peserta PENTAS PAI Kabupaten Purwakarta yang akan dilaksanakan pada hari selasa tanggal 30 mei 2023.

Bertindak sebagai pembawa acara Iis Ismawati yang juga sebagai Wakil ketua MGMP PAI Tingkat SMP Kabupaten Purwakarta mengatur jalannya kegiatan yang diisi denan tehnical meeting PENTAS PAI, Survey lokasi PENTAS,  pembinaan dari pengawas serta sharing informasi dari ketua MGMP dan diskusi peserta.

Dalam kesempatan silaturrahmi ketua MGMP Eep Saepul Hayat menyampaikan bahwa sejak tahun 2019 MGMP secara khusus sudah memfasilitasi para GPAI untuk berliterasi dengan membuat blog Penagpai dan Jurnal Mudarris. untuk menampung kreatifitas menulis para GPAI dan bahkan akan menjadi nilai plus, contohnya  akan menambah angka kredit dalam jenjang karirnya.

Harapan dari semua pihak agar PENTAS PAI dapat berjalan dengan lancar dan sukses sesuai dengan yang diinginkan serta diharapkan juga agar GPAI bisa lebih kompeten terlebih faham IT.

Wallaahu a'lam

Baarakallah lanaa wa lakum

#Salam Literasi: Indonesia_Berkarya!!!

#Salam Guru Literat: Semangat_Hebat_Literat!!!

Dokumentasi : M. Munawar,

Baca Juga : Jurnal Mudarris MGMP PAI SMP KAB. Purwakarta

Pendidikan dan Kekuasaan

Alumni Pasca Sarjana STAI DR. KHEZ. Muttaqien Purwakarta

[pena_GPAI] Kekuasaan tidak terbatas pada kediktatoran, tetapi memasuki dunia budaya dan pendidikan. Ternyata, proses pendidikan seringkali digunakan untuk memperkuat dan melemahkan perlawanan guna mempertahankan ideologi dan hegemoni negara guna menjaga keberlangsungan struktur kekuasaan. Dalam kerangka otonomi daerah di Indonesia, batas-batas kekuasaan pemerintah pusat dan daerah perlu ditata agar pendidikan tetap merupakan ikhtiar untuk mengembangkan potensi manusia guna mewujudkan individualitas. Kekuatan pendidikan dan kekuatan negara bertemu dalam ruang pendidikan. Kedua kekuatan tersebut harus memiliki titik awal yang sama agar tidak saling mengganggu.

Proses pendidikan yang sebenarnya adalah salah satu pembebasan, menyadarkan peserta didik akan kemampuannya untuk mandiri, atau memberdayakan mereka untuk menjadi individu. Proses individuasi hanya terjadi dalam masyarakat terpelajar.

Bagaimana dengan proses kekuasaan? Proses menjalankan kekuasaan adalah proses penguasaan. Artinya, sebagian orang menjalankan kekuasaan (kontrol) dan sebagian lagi menjadi objek kekuasaan (kontrol). Di sini, ada hubungan subordinasi antara penguasa dan objek kekuasaan. Dengan demikian, kebebasan individu dapat diambil atau dibatasi pada sumber otoritas atau kekuasaan selain dirinya. Sumber otoritas ini mungkin negara, kekuatan ekonomi, atau kelas sosial yang hegemonik.

Dari sudut pandang pendidikan dan lintas proses pendidikan, ada gerakan yang dapat membawa kekuatan dan mendorong apa yang dibutuhkan masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Tidak jarang kekuasaan mencakup pendidikan dalam berbagai bentuk. Kekuatan ini bisa objektif atau terbuka, atau bisa subjektif atau tidak disengaja untuk mengarahkan kegiatan pendidikan yang dikenal sebagai "pelajaran tersembunyi".

red.ep

Baca Juga : Jurnal Mudarris MGMP PAI SMP Kab. Purwakarta